Pekanbaru (Inmas)- Bidang Pendidikan Madrasah (Pendis) Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau terus mengupayakan penerapan Ujian Nasional Computer Based Tes (UN- CBT) di madrasah- madrasah yang ada di Provinsi Riau. Namun tahun ini, hal tersebut belum teralisasi karena beberapa masalah teknis.
“InsyaAllah akan kita lakukan pada tahun pelajaran 2016/ 2017 mendatang, karena beberapa madrasah kita sudah siap menerapkan UN CBT, seperti MAN 1 dan MAN 2 Pekanbaru,” ungkap Pgs Kakanwil Kemenag Riau Drs H Mahyuddin MA, usai melakukan monitoring UN tingkat SMA/ MA di beberapa madrasah di Pekanbaru.
Ia menegaskan, UN-CBT sebenarnya sudah siap dilaksanakan oleh MAN 1 dan MAN 2 tahun 2015/ 2016, namun karena kendala teknis hal tersebut belum bisa direalisasikan. “Salah satu kendala barangkali terkait dengan keterlambatan kita memasukkan data, karena semua administrasi sudah kita lengkapi,” jelasnya.
Berdasarkan informasi dari Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Riau, Drs H Abdul Kadir, di Provinsi Riau madrasah yang sudah menerapkan CBT sekitar 57 sekolah, SMA dan SMK. Dengan rincian, tingkat SMA 17 sekolah 8 sekolah di Pekanbaru, Dumai 5 sekolah, Kampar 2 sekolah, Indragiri Hulu dan Siak 1 sekolah dengan peserta ujian sebanyak 3.615 orang.
“CBT untuk SMK ada 40 sekolah, Pekanbaru 15 sekolah, Dumai 7, Kampar 1, Indragiri Hulu 2, Indragiri Hilir 1, Bengkalis 4, Rokan Hilir 3, Siak dan Kuansing masing 2 sekolah, dan Meranti 3 sekolah dengan jumlah peserta UN 9180 orang,” ungkapnya.
Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag RI, Kamaruddin Amin, beberapa waktu lalu mengatakan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) dalam mempersiapkan UN-BCT. Program UN berbasis komputer tersebut belum bisa dilaksanakan oleh madrasah diseluruh Indonesia karena masih terkendala masalah infrastruktur.
Dia menjelaskan, Kemenag belum memiliki anggaran untuk melengkapi infrastruktur pendukung UN-CBT tersebut. Sehingga hanya madrasah yang siap saja yang bisa melaksanakan UN-GBT, bagi yang tidak siap tetap dengan cara manual.
“Mudah- mudahan tahun depan infrastruktur penunjang UN-CBT di madrasah dapat dianggarkan, sehingga dua sampai tiga tahun mendatang penunjang UN-CBT seperti komputer dan server dapat dilengkapi secara bertahap,” harapnya. (mus)