0 menit baca 0 %

Tahun Baru Islam, DWP Kemenag Siak Gelar Pengajian

Ringkasan: Siak (Humas) – Darma Wanita Persatuan(DWP) Kantor Kemenag Kabupaten Siak memperingati tahun baru islam dengan mengadakan pengajian di Mushola Miftahunnajah Kemenag Siak. Pertemuan yang rutin diakan sekali dalam sebulan ini dihadiri puluhan anggota DPW, baik yang berasal dari istri pegawai maup...

Siak (Humas) – Darma Wanita Persatuan(DWP) Kantor Kemenag Kabupaten Siak memperingati tahun baru islam dengan mengadakan pengajian di Mushola Miftahunnajah Kemenag Siak. Pertemuan yang rutin diakan sekali dalam sebulan ini dihadiri puluhan anggota DPW, baik yang berasal dari istri pegawai maupun ibu-ibu pegawai dilingkungan Kemenag Siak.

Pengajian DPW ini mengundang penceramah Ust. Kasrizul , SHI, yang juga sebagai penyuluh di KUA Kecamatan Siak. Tampak hadir Kasi Pendis Drs. H. Nursya, Ketua DWP Dra. Rasmida beserta jajaran pengurusnya.

Dalam ceramahnya Kasrizul menyampaikan pentingnya muhasabah/intropeksi diri terhadap perjalan hidup yang telah lalu dan rencana yang akan datang. “Mestinya kita banyak bertafakur untuk bermuhasabah atas bertambahnya umur ini, karena sesungguhnya dengan bertambah-nya umur berarti hakekatnya berkurang kesempatan untuk hidup di dunia ini. Allah menciptakan kita hidup di muka bumi ini bukan untuk sia-sia. Tanpa tujuan yang jelas. Sebagaimana kita tahu bersama bahwa Allah menciptakan makhluk bernama manusia tiada lain hanya untuk beribadah kepadaNya. Allah berfirman di dalam surat Adz-Dzariyat ayat 56 Artinya: “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembahKu (beribadah kepadaKu).” Katanya.

“Hidup di dunia ini sementara bukan kehidupan yang abadi atau kekal, dan dunia ini hanya merupakan persinggahan, yang tujuannya adalah kehidupan yang kekal abadi yaitu kehidupan akhirat. Berkenaan dengan ini Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: Artinya: “Sedangkan kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal”. (Al-A’la: 17). Ayat ini menunjukkan bahwa kehidupan dunia dengan segala gemerlapan dan keindahannya tidak berarti apa-apa jika dibandingkan dengan kebaikan dan kekekalan kehidupan akhirat yang kekal abadi.” Jelasnya.

Diakhir ceramahnya dia mengatakan “Bekal apa yang akan kita bawa menuju kehidupan yang penuh dengan kebaikan tersebut? Dengan hartakah? Pangkatkah yang kita banggakan? Atau keturunankah? Saya keturunan raja, bangsawan atau kyai. Ternyata bukan itu semua, sebab Allah Maha Kaya, Maha Berkuasa dan Maha Suci tidak memandang yang lain dari hambaNya kecuali taqwa hambaNya. Sebagaimana Allah ingatkan dalam firmanNya: Artinya: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah orang yang paling bertaqwa di antara kamu”. Tandasnya. (gn)