0 menit baca 0 %

Tahun 2017, Peningkatan Kesejahteraan Guru Madrasah

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Peninjauan madrasah yang dilakukan pada beberapa waktu yang lalu, menghasilkan beberapa poin yang harus ditindaklanjuti baik itu dalam tahun anggaran 2017 ataupun yang akan datang. Menurut Ka. Kanwil Kemenag Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA, "Setelah kita meninjau beberapa madrasa...

Pekanbaru (Inmas) - Peninjauan madrasah yang dilakukan pada beberapa waktu yang lalu, menghasilkan beberapa poin yang harus ditindaklanjuti baik itu dalam tahun anggaran 2017 ataupun yang akan datang. Menurut Ka. Kanwil Kemenag Riau, Drs. H. Ahmad Supardi, MA, "Setelah kita meninjau beberapa madrasah dihasilkan beberapa fakta dilapangan seperti MTsN Pekan Heran yang ternyata masih membutuhkan 6 ruang belajar dan yang mendesak harus diadakan sebanyak 3 ruang belajar. Seperti yang kita lihat kemarin bahwa siswa/i yang belajar di MTsN cukup ramai hampir seribu lebih, jarang sekali kita bisa menjumpai madrasah yang siswa/i sebanyak itu. Sehingga menandakan bahwa masyarakat lebih percaya menyekolahkan anaknya ke madrasah."

Lebih lanjut Beliau menjelaskan pada sesi wawancaranya, Rabu (18/1), "Ada beberapa yang perlu diperhatikan terutama ruang majelis guru yang masih sempit dan sarana prasarana guru yang mendukung proses belajar. Bahkan kita juga melihat peralatan dan perlengkapan laboratorium yang masih sangat minim sehingga hal ini dapat mengganggu proses belajar."

Mencermati hasil dari peninjauan yang sudah dilakukan tersebut, Ahmad Supardi, mengutarakan beberapa program yang menjadi fokus salah satu program prioritas Kementerian Agama mengenai peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan.

"Yang pertama yang menjadi titik fokus untuk madrasah tahun 2017 ini adalah peningkatan kesejahteraan guru madrasah terutama madrasah MDA karena apabila kesejahteraan guru meningkat maka semangat para guru ini untuk memberikan pengajaran terbaik pun akan meningkat dan diharapkan menghasilkan siswa/siswi terbaik pula. Mengupayakan guru PNS dan Non PNS tetap mendapatkan sertifikasi penuh," jelas Ahmad Supardi.

Kemudian yang kedua, lanjut Beliau, mengenai pengelolaan sarana dan prasarana madrasah yang biasanya berasal dari dana BOS sekitar 200 milyar untuk tahun 2017 ini dan anggaran ini juga sudah dialokasikan pada tiap kab/kota sehingga pelaksanaannya bisa diproses oleh masing-masing kab/kota secepatnya.

"Terutama program Bantuan Siswa Miskin yang ada pada anggaran harus tepat sasaran sesuai dengan kebutuhan siswa/siswi yang dituju, jangan sampai ada anak miskin yang tidak bisa sekolah karena biaya. Selanjutnya mengenai madrasah unggulan yang menjadi tanggung jawab kita bersama yaitu MAN Insan Cendekia Siak yang merupakan madrasah unggulan program nasional yang harus kita kembangkan dan tingkatkan keberadaannya, maka penyeleksian guru dan pegawai pun dilakukan dengan sungguh-sungguh," papar beliau.

Selanjutnya mengenai MAKN yang dalam tahap pendirian di Dalu-dalu Kab. Rokan Hulu yang merupakan wujud nyata bahwa madrasah juga memperhatikan kebutuhan pendidikan masyarakat dengan menghasilkan siswa/siswi yang siap bekerja dan berkreasi di tengah-tengah masyarakat.

Penutup sesi wawancara ini, Ahmad Supardi, berharap bahwa pendidikan madrasah harus menjadi pendidikan yang diidolakan oleh masyarakat karena saat ini kebutuhan pendidikan agama dan keagamaan merupakan dasar untuk membentuk generasi bangsa yang cerdas secara intelektual dan spiritual. (nvm)