Rokan Hilir (inmas)- Lantunan shalawat Nabi yang tergabung dalam grup hadroh Al-Muna Al-Banjari Bagansiapiapi pimpinan Bapak Panut mengawali acara Tabligh, Istighotsah dan Doa Kubro dalam rangka menyambut tahun baru 2019 Masehi di depan Kantor BPKAD Kab. Rokan Hilir pada malam pergantian tahun baru 2019, Selasa (31/12/2018).
Terasa khidmat dan khusyuk lantunan sholawat terlebih saat alumni Akademi Indosiar asal Kota Bagansiapiapi, Liza membawakan sholawatnya yang menambah kesejukan jiwa.
Acara yang dimulai pukul 20.00 sampai dengan pukul 1.00 WIB ini dilaksanakan oleh seluruh ormas Islam yang ada di Kabupaten Rokan Hilir dan dimotori oleh Dewan Masjid Indonesia Kab. Rokan Hilir yang diketuai Bapak Wazirwan Yunus.
Acara yang tergolong mendadak dengan persiapan yang hanya 3 hari, mampu membuat Bapak Wakil Bupati Rohil H. Jamaludin angkat topi kepada panitia, karena begitu kemeriahan islami sangat terasa, begitu banyak masyarakat/jamaah yang menghadiri. Ini semua tidak terlepas dari tangan dingin Ketua panitia acara yang merupakan Ustadz kondang di Bagansiapiapi, juga salah satu pengurus DMI, guru MAN 1 Rohil dan pengurus Jamiyyah Thariqah Al-Muktabaroh Al-Nahdliyyah (JATMAN) Kab. Rokan Hilir, Dialah Mustaqim, S.Ag.
Hal ini terungkap saat ngobrol inmas Kemenag Rohil bersama Ketua panitia acara Mustakim, S.Ag 30 menit usai acara selesai. “Alhamdulillah walaupun hanya persiapan 3 hari, dana murni dari infak/shodakoh kaum muslimin dan support penuh dari Pihak Pemda dengan menyediakan fasilitas tempat dan perlengkapan, acara sukses,” ungkapnya.
Sementara itu ketua DMI, Wazirwan Yunus dalam sambutannya mengatakan bahwa pengurus DMI Rohil berasal dari seluruh ormas Islam yang ada di Rohil dan berkomitmen untuk memakmurkan masjid. “DMI diisi oleh ormas ormas Islam yang ada dengan tujuan agar tidak menimbulkan kecemburuan, semua diajak untuk mengurusi masjid,” ujarnya.
Selanjutnya sambutan Wabup Rohil, H. Jamaludin mengatakan apresiasi kepada panitia, dengan keterbatasan waktu dan dana bisa menghadirkan acara islami yang begitu meriah. “walaupun tidak ada suntikan dana dari pemerintah, namun acara terlaksana tak kalah dengan acara acara yang didanai APBD, sy turut bangga,” wabup memuji.
Selanjutnya Wabup alumni pondok pesantren ini menjelaskan tujuan Allah menciptakan manusia yakni Nabi Adam AS sebagai khalifah di atas muka bumi dan menjelaskan dialog Allah dengan malaikat perihal penciptaan manusia.
“Bahkan iblis iri kepada manusia sehingga dia sombong tidak mau sujud hormat kepada Nabi Adam, sementara malaikat yang tadinya mempertanyakan penciptaan manusia, baru menyadari setelah mengetahui keunggulan manusia dengan ilmu pengetahuannya,” wabup membacakan ayat “wa allama aadamal asmaa-a kullaha".
Walau muballigh yang dihadirkan hanya penceramah lokal, ustadz Sucitra, S.Sos tak kalah dengan penceramah penceramah kondang lainnya. Terbukti ustadz Citra dapat memanjakan jamaah dengan guyonan guyonan dengan bahasa melayunya selama 1 jam.
Dalam tausyiahnya ustadz asal Teluk Pulau Hilir Kec. Rimba Melintang ini mengajak seluruh jamaah agar mencintai Alquran dan mempelajarinya, ajari anak anak ngaji Alquran agar menjadi penerang dalam jiwa mereka.
“saya bangga dengan gerakan magrib mengaji di negeri ini, di saat bertubi tubinya tayangan televisi yang dapat membuat anak anak kita tak mau mengaji Alquran,” jelasnya.
Selain itu jamaah diingatkan supaya lebih meningkatkan iman dan taqwa kepada Allah.
“orang yang tidak beriman dan bertaqwa akan Allah jauhkan dari keberkahan hidup bahkan musibah yang tidak kita inginkan akan datang menimpa,” katanya.
"Terpenting, momentum tahun Baru apapun itu harus bisa dijadikan sebagai acuan untuk memperbaiki diri dimasa yang akan datang," katanya mengingatkan.
Usai taushiyah acara dilanjutkan dengan istighosah, muhasabah dan doa. Dibawa oleh 9 orang ustadz dzikir dengan bacaan bacaan tertentu yang telah dibagikan kepada jamaah.
Sebelum istighotsah jamaah terlebih dahulu dijelaskan pengertian, asal dan manfaat istighotsah oleh salah satu ustadz yang akan memandu dzikir, ustadz Taubat Nasuha.
Taubat Nasuha menjelaskan bahwa istighotsah artinya mohon pertolongan dimana Nabi Muhammad muhammad pernah melakukannya saat perang Badar antara 313 pasukan muslim melawan 1000 lebih pasukan musyrikin dan Allah mengabulkannya dengan menurunkan 1000 malaikat untuk membantu pasukan ummat Islam sebagaimana Allah firmankan dalam QS. Alanfal ayat 9.
Selama kurang lebih 1,5 jam dzikir istighotsah digabungkan selanjutnya muhasabah dan doa yang dipandu Ust. Mustakim. Tidak sedikit air mata menetes, isak tangis jamaah.
Acara ini dihadiri oleh seluruh selain Wabub juga Sekda, OPD, Asisten, Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, jamaah perwiritan, dan lainnya. (Nsh)