Syekh Abdul Kadir Pelopor Tarekat di Inhil
Ringkasan:
Tembilahan (Humas)- Syekh Abdul Qadir AL- Jailani dan KH M Nawawi Berjan merupakan pelopor aliran Tarekat di Indragiri Hilir, karena kebesaran jasanya dalam mengembangan agama Islam, kedua tokoh agama tersebut dikenang dan dihormati sampai saat ini. Syekh Abdul Qadir AL- Jailani sendiri hadir pada t...
Tembilahan (Humas)- Syekh Abdul Qadir AL- Jailani dan KH M Nawawi Berjan merupakan pelopor aliran Tarekat di Indragiri Hilir, karena kebesaran jasanya dalam mengembangan agama Islam, kedua tokoh agama tersebut dikenang dan dihormati sampai saat ini. Syekh Abdul Qadir AL- Jailani sendiri hadir pada tahun 1471 yang dikenal dengan keajaiban- keajaibannya sejak dalam kandungan sang Ibu.
Demikian diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Ka Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Asyari Nur SH MM, Ahad (26/3) pada peringatan Haul Syekh Abdul Qadir AL- Jailani dan KH M Nawawi Berjan serta Hari Ulang Tahun (HUT) Majelis Taklim Al Hidayah cabang Tembilahan ke 14 di Halaman Majelis Taklim Miftahussaadah Jalan Sederna Tembilahan Hulu.
Tariqah dalam pengertian asasnya, adalah satu perjalanan menuju Allah swt, sudah pasti melalui jalan yang hak, juga merupakan satu fenomena atau cara hidup yang lumrah umum dikalangan para sahabat nabi saw dan para tabiin. Itulah perjalanan hidup yang menyeluruh di kalangan ahli salaf. Hakikat ini ditegaskan oleh Allah swt dalam al-Quran.
Tariqah itu adalah jalan atau petunjuk dalam melakukan sesuatu ibadah sesuai dengan ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad saw dan dikerjakan oleh para sahabat Nabi Muhammad saw, Tabi`in, turun temurun sehingga sampai kepada para ulama dan guru-guru. Guru-guru yang memberikan petunjuk dan bimbingan ini dinamakan Mursyid. Mursyid peranannya membimbing dan mengajar muridnya setelah memperolehi ijazah dari gurunya pula sebagai tersebut dalam silsilahnya. Dengan demikian ahli Tasawuf berkeyakinan bahwa hukum-hukum serta peraturan-peraturan dalam ilmu Syariah dapat dilaksanakan dengan sebaik-baik perlaksanaan melalui jalan Tariqa
"Jika dilihat kepada prinsip-prinsip ilmu tasauf, ia tidak terkeluar dari al-Quran dan sunnah.Prinsip-prinsip itu adalah takwa, berzikir dan muraqabah, berguru atau suhbah, menuntut ilmu usuluddin, fikih, tasauf, tafsir al quran, hadis dan sebagainya, serta beradab dengan Allah swt, guru dan sesama muslim," jelas Asyri Nur.
Ia menambahkan, tarteqat merupakan salah satu bentuk pengamalan terbesar, dimana seseorang merasa semakin dekat dengan Allah SWT. Dalam tareqat seseorang dituntut mengenal dirinya sendiri termasuk penciptanya, dimana dalam tareqat tidak dibenarkan berpindah- pindah, tapi juga tidak boleh sembarangan mengikuti sebuah aliran keagamaan. Karena kondisi saat ini banyak aliran- aliran yang mengatasnamakan agama tapi menyesatkan, mencampur adukkan antara agama dan sihir, pengakuan Allah itu ada empat dan aliran lainnya yang tujuannya hanya untuk menyesatkan.
"Khususnya ibu- ibu, jangan sembarangan ikut tareqat yang marak di masyarakat, karena tidak semua tareqat tersebut membawa ajaran yang murni," tegasnya. (msd)