Kampar (Inmas) - Sebagai seorang mubaligh, kita harus mampu memberikan solusi ditengah masyarakat. Demikian salah satu poin yang disampaikan Anggota Komisis V DPR-RI H Syahrul Aidi Maazat LC MA, saat acara pembagian SK Penyuluh Agama Islam (PAI), dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, hari senin (17/02/2020) di Aula lantai II Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar.
Syahrul Aidi dalam kesempatan tersebut merasa bangga dan bahagia karena bisa berkumpul dengan seluruh Penyuluh Agama Islam di Kab. Kampar. Untuk itu beliau mengajak kepada seluruh penyuluh untuk tampil di tengah-tengah ummat dalam memberika pencerahan dan mampu menjadi pelopor perubahan di tengah masyarakat.
Menurut Syahrul Aidi, banyak problem ditengah masyarakat kita yang jarang mendapat pemahaman dari Mubalig, contoh persoalan ekonomi, para mubalig harus mampu memberikan penjelasan bagaimana keluar dari kemiskinan, Persoalan kemiskinan ini menjadi masalah di tengah masyarakat kita.
Pemahaman dalam perekonomian sangat jarang dibahas, oleh karna itu melalui Penyuluh Agama Islam ini kita harus bersama sama peduli agar pemahaman ini memberikan pencerdasan kepada masyarakat.
Kemudian Syahrul Aidi juga mengajak seluruh elemen masyarakat terutama PAI ini untuk lebih peduli kepada masyarakat miskin. Dimasjid selama ini kebanyakan hanya menyediakan kotak Infak untuk anak yatim, sedangkan untuk Fakir Miskin tidak ada. Oleh karena itu, kedepannya kita perlu memperhatikan fakir miskin ini. Karena bagaimanapun hebatnya amal ibadah kita, tapi disekelilng kita masih ada orang yang kelaparan, itu semua tidak ada artinya.
Untuk itu, perhatian sosial ekonomi masyarakat sangat penting untuk kita galakan. Baik itu melalui kotak infak di masjid-masjid atau kepedulian pribadi kita kepada masyarakat miskin. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama, agar kita tidak termasuk orang-orang yang mendustakan Agama, pungkas Syahrul Aidi. (Ags/Usm/Mjs)