0 menit baca 0 %

Syafrizal Tompel : Taatilah Allah dan Rasul

Ringkasan: Kampar (Humas) - "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemud...

Kampar (Humas) - "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya."

Demikian salah satu poin yang disampaikan Abuya H Syafrizal yang sering dikenal dengan Abuya Tompel pada Tausiyah pagi jum’at (21/02) di Musholla Miftahul’ilmi Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. Hadir dalam acara tersebut, Kepala Subbag Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar H Muhammad Hakam MAg, Seluruh Kepala Seksi (Kasi) dan seluruh staf yang ada dilingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar

Syafrizal menjelaskan, perintah untuk menta’ati Allah dan Rasulnya ini terdapat dalam  Surah An-nisa ayat 59. Yang mana Ayat suci AlQuran ini sering kita dengarkan untuk menjelaskan hubungan sosial antara pemimpin dan orang yang dipimpinnya. Rakyat difahamkan supaya memberi ketaatan kepada pemimpin yang dilantik, kerana mereka adalah ulil amri seperti yg disebut dalam AlQuran.

Tapi ketaatan bagaimana yang dituntut dalam Islam? Adakah semua atau apa saja yang keluar dari mulut ulil amri wajib ditaati? Kalau diteliti ayat AlQuran di atas, perkataan "taatilah" hanya berada pada Allah dan RasulNya. Bermakna ketaatan mutlak hanya diberi kepad Allah dan RasulNya. Ketaatan kepada ulil amri hanya dalam satu kondisi, yaitu apabila ulil amri menyeru kepada taati Allah dan taati Rasul, jelas Syafizal.

Tugas ulil amri ialah memastikan perintah Allah dan Sunnah RasulNya sampai kepada rakyat dan dilaksanakan. Peranan ulil amri ialah supaya rakyat mendapat hak asasi mereka yakni hak untuk hidup dalam suasana Islam. Dalam arti kata lain, ulil amri wajib ditaati selagi arahan yang dikeluarkan bermuara untuk mentaati Allah dan mentaati Rasul, tutup Syafrizal. (Ags)