0 menit baca 0 %

Survey Kepuasan Jamaah, Sekretariat PPIH EHA Riau Soroti 2 Hal Ini

Ringkasan: RIAU (Inmas) -  Berbagai persoalan dan permasalahan dalam penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dalam pelayanan baik itu saat operasional keberangkatan haji di Embarkasi,  maupun di luar negeri (Arab Saudi) wajib dievaluasi secara berkala, guna memperbaiki kualitas penyelenggaraan ibadah haji aga...

RIAU (Inmas) -  Berbagai persoalan dan permasalahan dalam penyelenggaraan ibadah haji, khususnya dalam pelayanan baik itu saat operasional keberangkatan haji di Embarkasi,  maupun di luar negeri (Arab Saudi) wajib dievaluasi secara berkala, guna memperbaiki kualitas penyelenggaraan ibadah haji agar lebih baik.

Terlebih lagi bila, penyelenggaraan ibadah haji di sebuah Embarkasi tersebut perdana dilakukan. Demikian disampaikan Defizon anggota PPIH EHA Riau bidang sekretariat kepada humas, Selasa (09/07).

“Embarkasi haji antara ini kan perdana maka kita ingin tahu tingkat keberhasilannya dengan melakukan survey terhadap kepuasan jamaah”, katanya. 

Hal itu bisa dilihat dari 2 sisi. Sisi pertama pelayanan petugas dan fasilitas kita yang ada.” Ada 9 item dari sisi petugasnya sedangkan dari sisi falsilitas ada 7 item”, sebut Defizon.

Defizon mengurai dari sisi petugas yang akan disorot adalah prosedur pelayanannya bagaimana, kejelasan petugas pelayanan, tanggung jawab petugas, kemampuan petugas, kecepatan pelayanan, kesopanan dan keramahan petugas, pelayanan informasi dan keamanan pelayanan.

Sedangkan dari sisi fasilitas pihaknya akan fokus pada kepuasan jamaah terhadap kenyamanan ruang kedatangan, akomodasi kamar tidur, katering, kesehatan,keamanan, sarana ibadah dan kenyamanan ruang keberangkatan, ujarnya merinci.

Hal itu sesuai dengan  arahan wakil ketua 1 dan 2 meminta panitia dibagian sekretariat untuk melakukan survey itu mulai kloter pertama hingga akhir 

 “ Dalam satu kloter itu kita survey sebanyak 20 orang, kalau kita hitung 20 dari 140 berarti  4.5 persen populasi jamaah” terangnya.

Setelahnya maka  kami akan menuangkan dalam bentuk angka, indeks kepuasaan jamaah.

Tingkat kepuasan dihitung berdasarkan skor yang diberikan responden terhadap pelayanan.

Sedangkan tingkat harapan adalah skor harapan jemaah berdasarkan ukuran skor tertinggi.

Tak hanya itu, disamping survey berbentuk undian tersebut PPIH  juga akan meminta saran dari jamaah. Kemudian saran jamaah akan diakumulasikan  dalam bentuk rekapan, sehingga bisa menjadi rujukan dalam perbaikan kedepan.

Setidaknya ada ada 2 fase untuk tahapan survey ini. Pertama survey pada fase keberangakatan dan survey pada fase pemulangan. 

Menurutnya sedikitnya ada 3 titik rawan  pada fase pemulangan. Baik untuk sisi jadwal angkutan pesawat  maupun armada bus. Kemudian, pada kesehatan jamaah menjadi titik rawan kedua saat fase pemulangan.

“Rata rata setelah 42 hari di Arab Saudi pasti umumnya kelelahan” sebutnya lagi. Terakhir, titik rawan pada sisi barang bawaan jamaah yang pasti semakin membengkak dengan beragam oleh oleh untuk keluarga.(vera)