Suprihadi Sahadi: KOPNI Hadir Karena Kebutuhan
Ringkasan:
Pekanbaru (Humas)- Ketua Umum Komite Paralimpik Nasional Indonesia (KOPNI), Inspektur Jendral Pol. Purn Suprihadi Sahadi, secara tegas mengatakan kehadiran KOPNI karena kebutuhan. Kehadiran KOPNI untuk melengkapi organisasi-organisasi olahraga yang sudah ada bahkan kedudukan KOPNI sama dengan Komite...
Pekanbaru (Humas)- Ketua Umum Komite Paralimpik Nasional Indonesia (KOPNI), Inspektur Jendral Pol. Purn Suprihadi Sahadi, secara tegas mengatakan kehadiran KOPNI karena kebutuhan. Kehadiran KOPNI untuk melengkapi organisasi-organisasi olahraga yang sudah ada bahkan kedudukan KOPNI sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) sama-sama untuk meningkatkan prestasi atlet olahraga Indonesia. Hanya saja KONI menangani organisasi olahraga atlet normal sedangkan KOPNI menangani para olahragawan penyandang cacat.
Menurutnya, berdirinya Komite Paralimpik Nasional Indonesia (KOPNI) sesuai aturan internasional, yang memiliki misi meningkatkan prestasi khusus atlet penyandang cacat yang dikukuhkan pada tahun 2009 lalu. KOPNI berafiliasi ke International Paralympic Committe (IPO dan KONI ke International Olimpic Committe (IOC) dengan membawahi empat roganisasi atlet cacat netra, yaitu Pengurus Besar Persatuan Olahraga Tunanetra Indonesia (PB Porti), Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Tunarungu Indonesia (PP Por-turin), Pengurus Pusat Persatuan Olahraga Cacat Tubuh Indonesia (PP Porcatu), dan Spesialis Olimpyc Indonesia (Soma).
"Kehadiran KOPNI bukan untuk bersaing dengan organisasi lain tapi sebagai pelengkap yang lahir dari kebutuhan atlet-atlet penyandang cacat di Indonesia. Dengan kehadiran KOPNI diharapkan pembinaan atlet penyandang cacat dapat lebih diperhatikan, khususnya dalam pembinaan prestasi dan pengiriman atlet ke berbagai multi event," ungkap Suprihadi didampingi Sekjen KOPNI Pusat Darius Barus S Pd yang ditemui usia mengikuti acara Temu Ramah dan Sosialisasi KOPNI Riau di Hotel Mutiara Pekanbaru, Ahad (28/11).
Menurutnya, Indoensia termasuk negara yang lambat membentuk organisasi penyandang cacat, karena organisasi yang menaungi olahraga penyandang cacat sudah terbentuk di negara-negara lain, seperti Malaysia dengan Majelis Paraympic Malaysia (MPM). KOPNI yang baru seumuran jagung tersebut masih perlu sosialisasi dan upaya-upaya peningkatan lainnya, sehingga atlet cacat Indonesia bisa
mengharumkan nama bangsa dengan prestasi pada multi event yang menjadi kalender dari International Paralympik Committee.
"KOPNI adalah organisasi kemasyarakatan yang khusus bergerak sebagai mitra pemerintah dan masyarakat dalam membina, mengelola, dan menyelenggarakan kegiatan olahraga penyandang cacat Indonesia sesuai dengan Undang Undang yang berlaku. Untuk itu, pemerintah pusat mapun daerah harus memberikan dukungan penuh sehingga upaya KOPNI untuk meningkatkan prestasi atlet penyandang cacat dapat dilaksanakan secara maksimal. Dan kita optimis, dengan dukungan pemerintah KOPNI pada tahun 2011 mendatang sudah bisa exis secara total," ujar Suprihadi. (msd)