0 menit baca 0 %

Subbag Hukum dan KUB Kunjungan Kerja ke Kalsel

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Sub Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kemenag Provinsi Riau lakukan kunjungan kerja ke Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan dalam rangka study comparatif tentang manajemen pengelolaan kerukunan umat beragama. Kegiatan ini berlangsung mulai 29 Agustus hingga 1 Sep...

Pekanbaru (Inmas) - Sub Bagian Hukum dan Kerukunan Umat Beragama (KUB) Kanwil Kemenag Provinsi Riau lakukan kunjungan kerja ke Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan dalam rangka study comparatif tentang manajemen pengelolaan kerukunan umat beragama. Kegiatan ini berlangsung mulai 29 Agustus hingga 1 September 2016.

Menurut Kasubbag Hukum dan KUB, Drs H Saifunnajar MH, kegiatan pertama dilaksanakan di Aula Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan. Sebelum acara pihak Kanwil Kementerian Agama Kalsel Menyambut rombongan dari Provinsi Riau di Bandara Samsudin Noor Banjarmasin dengan mengalungkan kain Sasirangan yang merupakan kebanggaan masyarakat Kalimantan Selatan.

Acara temu ramah dan dialog dipimpin langsung Pgs Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan Drs. H. Noor Fahmi, MM. Dalam sambutannya Noorfahmi yang didampingi Kabag TU Kalsel H Rofiie, SAg menyambut baik kedatangan rombongan dari Provinsi Riau dalam rangka bertukar informasi tentang managemen pembangunan kerukuanan umat. Menurutnya, Pihak Kalimantan Selatan pun dalam waktu dekat akan berkunjung ke Riau, terutama ke Indragiri Hilir dalam rangka kegiatan yang sama. Kegiatan tersebut juga melihat dari dekat warga yang berasal dari Banjaramasin Kalimantan Selatan yang berdomisili di daerah tersebut.

Tentang kondisi kerukunan umat di Kalimantan Selatan, Secara umum dikatakan Fahmi, meski penduduk Kalsel majemuk dari segi suku, ras dan agama, selama 15 tahun terakhir kehidupan umat bergama di Kalsel kondusif dari tindakan anarkis. "Hal ini berkat peranan para tokoh agama, tokoh masyarakat dan majelis agama," katanya.

Sementara itu, ketua rombongan Riau HM Saman S Sos MSi menyampaikan bahwa kondisi kehidupan umat beragama yang kondusif juga terjadi di Provinsi Riau yang 86,66% penduduknya beragama Islam. "Kalsel dan Riau sama-sama mayoritas penduduknya muslim, hanya jumlah penduduk di Riau lebih banyak yaitu sekitar 6 juta jiwa," ungkap Kepala Bagian Tata Usaha Kemenag Riau H. M. Saman.

Menurut Saman, Riau juga memiliki masyarakat yang majemuk dari segi etnis, agama dan ras. Namun kemajemukan tersebut tetap menjadikan Riau sebagai provinsi dengan kategori Hijau dalam hal KUB, meskipun berbatasan dengan provinsi Sumatra Utara dan negara tetangga Malaysia.

Selanjutnya Saman mengungkapkan, dipilihnya Kalsel sebagai tempat kunjungan/silaturahmi melihat dari peran serta pemerintah provinsi dalam memberikan semangat kepada Forum Kerukunan Umat Beragama di Kalsel. "Mengingat yang jadi masalah sampai saat ini, FKUB Riau kesulitan dalam mendapatkan bantuan hibah dari pemerintah provinsi," ungkapnya.

Hadir pada kesempatan itu sejumlah pejabat di lingkungan Kanwil Kemenag Kalimantan Selatan, seperti Kabag TU M Rofii’e, SAg, Pembimas Budha, Kristen, Hindu serta beberapa Kepala Bidang serta dari Forum Kerukunan Umat Beragama Kalimantan Selatan. Sementara dari Provinsi Riau hadir Kasubbag Hukum dan KUB, Kasubbag Keuangan dan Perencanaan H Anasri SAg MPd serta beberapa aparatur dari Kanwil Kemenag Riau sejumlah 16 orang.

Seusai melakukan dialog, rombongan Kanwil Kemenag Provinsi Riau lakukan kunjungan dan dialog langsung dengan pihak Gereja EFATA, Wihara, Pura dan pengurus mesjid Sabilal Muhtadin Kalimantan Selatan. Dari pertemuan tersebut banyak diambil manfaat, d antaranya; terjadinya suasana kondusif di Kalimantan Selatan karena semua pihak menyadari bahwa mereka berasal dari satu keturunan, yaitu suku Banjar dan Dayak yang mayoritas mendiami tempat itu. Selain kesadaran sejarah bahwa mereka sesuku dan seasal, factor utama karena pihak pemerintah daerah beserta elemen masyarakat tanggap cepat terhadap apapun yang berkembang tentang persoalan kerukunan umat. (ghp)