0 menit baca 0 %

Suara dari Pesantren: Walikota Dengar Aspirasi Langsung dalam Kegiatan Sarasehan

Ringkasan: Pekanbaru (Kemenag). Dalam rangka mempererat sinergi antara pemerintah Kota Pekanbaru dan lembaga pendidikan keagamaan, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) bersama Kementerian Agama Kota Pekanbaru menggelar Sarasehan Pimpinan Pondok Pesantren bersama Walikota Pekanbaru dan jajaran pejabat Pemer...

Pekanbaru (Kemenag). Dalam rangka mempererat sinergi antara pemerintah Kota Pekanbaru dan lembaga pendidikan keagamaan, Forum Komunikasi Pondok Pesantren (FKPP) bersama Kementerian Agama Kota Pekanbaru menggelar Sarasehan Pimpinan Pondok Pesantren bersama Walikota Pekanbaru dan jajaran pejabat Pemerintah Kota Pekanbaru, Senin (27/10/2025).

Kegiatan yang berlangsung di Aula MPP ini, dilaksanakan setelah Upacara Bendera Hari Santri. Sarasehan tersebut penuh dengan keakraban dan bertujuan untuk membangun komunikasi dua arah antara pemerintah, Kemenag, dan para pimpinan pesantren, sekaligus menjadi wadah bertukar pikiran dan menyampaikan aspirasi terkait pengembangan serta keberlanjutan pondok pesantren di Kota Pekanbaru.

Dalam sambutannya, Walikota Pekanbaru menyampaikan apresiasi atas peran penting pondok pesantren dalam membentuk karakter generasi muda yang religius dan berakhlak mulia. Ia menegaskan, pemerintah kota berkomitmen untuk selalu mendengar saran dan masukan dari para pimpinan pesantren demi kemajuan bersama.

“Kami membuka ruang komunikasi yang seluas-luasnya. Pemerintah siap mendengarkan setiap saran dan masukan dari para kiyai dan pimpinan pondok pesantren, karena kemajuan kota ini juga ditopang oleh kekuatan moral dan spiritual para santri,” ujar Walikota.

Beberapa poin penting yang mengemuka dalam sarasehan tersebut antara lain terkait kemudahan izin operasional pondok pesantren, beasiswa santri, serta insentif bagi tenaga pengajar (asatidz). Para peserta menekankan bahwa penganggaran program harus dilakukan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan agar manfaatnya dirasakan langsung oleh lembaga pesantren.

Selain itu, dibahas pula mengenai pentingnya kolaborasi untuk mewujudkan program “Zero Anak Putus Sekolah” di Kota Pekanbaru. Pesantren diharapkan dapat berperan aktif membantu pemerintah dalam mendukung program pendidikan berkelanjutan bagi seluruh anak usia sekolah.

“Banyak santri yang ingin melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA. Maka perlu ada koordinasi yang baik agar tidak ada anak pesantren yang tertinggal dari sistem pendidikan formal,” disampaikan salah satu peserta sarasehan.

Dalam kesempatan itu, Walikota juga mengajak seluruh pimpinan pesantren untuk turut menyukseskan berbagai program unggulan Pemko Pekanbaru, seperti “Pekanbaru Cinta Al-Qur’an”, yang menekankan pentingnya pembelajaran tahsin dan tahfiz di lingkungan pesantren.

“Kami berharap pondok pesantren dapat menjadi mitra strategis dalam menyukseskan program keagamaan di Kota Pekanbaru. Mari kita saling mendukung dan memperkuat sinergi untuk pembenahan dan kemajuan kota ini,” tambahnya.

Sarasehan berlangsung dinamis dengan sesi tanya jawab interaktif antara Walikota, pejabat Kemenag, dan para kiyai serta nyai pondok pesantren. Dalam sesi ini, sejumlah aspirasi dan harapan juga disampaikan, termasuk dorongan agar Peraturan Daerah (Perda) tentang Pondok Pesantren dapat diselesaikan tahun ini, serta integrasi kegiatan kepramukaan bagi santri.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan makan siang yang penuh kehangatan, menandai semangat kolaborasi antara Pemko Pekanbaru, Kementerian Agama, dan Forum Komunikasi Pondok Pesantren untuk membangun Kota Pekanbaru yang religius, cerdas, dan berkarakter.

Â