Malang (Inmas), Study Banding sangat pentinh. Secara prinsip diibaratkan sebuah tubuh adalah otaknya manusia. Baik sebuah program, kegiatan itu ditentukan oleh perencanaan. Jika perencanaannya tidak baik maka anggarannya juga akan berimbas. Perencana bukan kantor pos yang hanya menerima apa yang disampaikan akan tetapi harus ada prosesdan tidak mesti copy faste sehingga setiap tahun tidak ada perubahan. Tidak harus setiap tahun itu sosialisasi saja tetapi harus juga ada monitoring atau pun evaluasinya. Demikian disampaikan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau Drs. H. Ahmad Supardi pada penyampaian acara Study Bamding Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau ke Kementerian Agama Kota Malang.
Hadir dalam Study Banding ini Kanwil Kemenag Provinsi Riau, Kabag Tata Usaha, Kabid Urais, Kasubbag Perencanaan dan Keuangan, Kasubbag Hukum dan KUB, Kasubbag Umum, Kepala Kantor Kementerian Agama Kab/Kota se Provinsi Riau, Perencana dan Penyusun Rencana Program dan Anggaran Kemenag Kab/Kota se Prov. Riau, Kepala Madrasah, Dharma Wanita Kanwil Kemenag Riau, Kepala Seksi di Lingkungan Kemenag Malang, Kepala KUA dan Madrasah di Kota Malang.
Setelah acara Ramah Tamah dilanjutkan dengan pemaparan dari Fungsional Perencana yang ada di Kemenag Kota Malang. (Ana)