Pekanbaru (Inmas), Pada hari Sabtu (13/07/2019) telah dilangsungkan
ujian masuk Gelombang I STIT Al-Kifayah Riau di kampus II Jl. Taman Sari
Pekanbaru. Ujian ini diikuti 77 orang peserta, seharusnya lebih banyak
tetapi karena ada kendala dari beberapa peserta seperti sakit, masih berada di
kampung, mereka akan ikut ujian gelombang II yang akan dilaksanakan Agustus mendatang. Ungkap Syahri Ramadhan,
M.SI (Ketua Panitia)
Pelaksanaan ujian ini dibarengi dengan penyampaian kata sambutan dan
motivasi dari pihak Perguruan Tinggi. Hal ini dilakukan untuk memberikan
semangat kepada mahasiswa baru agar bersungguh-sungguh dalam menutut ilmu,
menuju visi sukses dan jangan berhenti sebelum diresmikan sebagai sarjana yang
ditandai dengan pemindahan toga wisuda. Ungkap Zalisman, M.Pd (Ketua STIT
Al-Kifayah Riau).
Fitriana, M.Pd Konsel, selaku wakil ketua mengucapkan selamat kepada
mahasiswa yang akan memasuki dunia kampus, dunia yang memiliki ciri khas
tersendiri yang memfokuskan diri dalam pengembangan dimensi inteklektual, tanpa
mengabaikan dimensi sosial, spiritual dan biologis. Beliau mengungkapkan bahwa
STIT Al-Kifayah Riau merupakan pilihan yang tepat bagi mahasiswa, karena di
sini kita mengerti dengan keadaan mahasiswa sehingga ada beberapa keunggulan
pelayanan yang ditawarkan, diantaranya: prodinya segar, peluang kerjanya besar,
dosen-dosennya bersahabat, mitra lembaganya banyak, biayanya bisa diangsur, dan
kemudahan lain yang bisa didapat oleh mahasiswa, termasuk peluang beasiswa dari
Kementerian Agama RI (dengan 3 kategori yaitu: Beasiswa Tahfidz, Prestasi dan
Bidik Misi), kemudian beasiswa Bansos Provinsi Riau dan Baznas Provinsi Riau.
Kategori beasiswa tersebut bisa dipilih dan didapatkan apabila yang
bersangkutan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pihak terkait. Ungkapnya.
Selaku ketua Senat Kampus, Maspuri, M.Pd menyempaikan sekelumit cerita
pengalaman beliau dalam kuliah, beliau pernah merasakan sangat marasai (sulit),
kuliah sambil mengasuh anak yang baru lahir, mengais rezki untuk diri dan
keluarga sambil mencari biaya kuliah untuk diri dan istri sekaligus, karena
beliau kuliah bareng dengan istrinya tercinta.
Kemudian Pembina Kampus Al-Kifayah Riau, Dr. Yundri Akhyar, MA
menyampaikan bahwa tidak ada alasan bagi yang punya keterbatan financial untuk
kuliah, semua berhak kuliah. Beliau mengatakan dengan membuat celengan di
rumah, bisa untuk bayar kuliah di Al-Kifayah, kampus ini dirancang untuk semua
bisa kuliah, menabung sebesar Rp. 8.000,- rupiah perhari (tidak sebesar biaya
pulsa) secara konsisten bisa terlunasi semua biaya. Yang terpenting bagi
mahasiswa adalah komitmen untuk meraih cita-cita. Banyak orang-orang hebat
tidak dilahirkan dari keluarga kaya (tidak punya harta warisan), tetapi mereka
lebih berhasil dibandingkan mereka yang mendapatkan harta warisan. Ini terjadi
karena mereka yang tidak punya harta warisan merasa memiliki tantangan lebih
kuat, sehingga mereka punya komitmen kuat, sabar dalam berjuang serta tidak
pernah putus asa dan selalu mendekatkan diri pada Allah SWT.
Dalam kesempatan ini juga, selaku pembina memberikan bonus kepada juara
I, II dan III pada ujian Gelombang I ini dengan cara memberikan diskon uang
pembangunan sebasar Rp. 500.000,- untuk juara 1, Rp. 400.000,- untuk juara 2, dan Rp. 300.000,-
untuk juara 3. Adapun pemenang pada ujian Gelombang I ini, yaitu:
- Juara 1: Laminah
- Juara 2: Muhammad Yunus
dari Lumban Dolok Kayulaut, Kecamatan Panyabungan Selatan
- Juara 3 ada 2 orang: 1). Ganda
Harona M. NST, dari Padang Sidempuan, dan 2). Indriani
Bagi yang tidak dapat juara tentu harus tetap bersemangat, sebab proses
menuntut ilmu terus berkelanjutan hingga akhir hayat. Ungkap Yundri Akhyar.
(Idris)