0 menit baca 0 %

STIT Al-Kifayah Riau Beri Bonus Pemenang Ujian Gelombang I Tahun Akademik 2019/2020

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas), Pada hari Sabtu (13/07/2019) telah dilangsungkan ujian masuk Gelombang I STIT Al-Kifayah Riau di kampus II Jl. Taman Sari Pekanbaru. Ujian  ini diikuti  77 orang peserta, seharusnya lebih banyak tetapi karena ada kendala dari beberapa peserta seperti sakit, masih berada di kampu...


 

Pekanbaru (Inmas), Pada hari Sabtu (13/07/2019) telah dilangsungkan ujian masuk Gelombang I STIT Al-Kifayah Riau di kampus II Jl. Taman Sari Pekanbaru. Ujian  ini diikuti  77 orang peserta, seharusnya lebih banyak tetapi karena ada kendala dari beberapa peserta seperti sakit, masih berada di kampung, mereka akan ikut ujian gelombang II yang akan dilaksanakan  Agustus mendatang. Ungkap Syahri Ramadhan, M.SI (Ketua Panitia)

Pelaksanaan ujian ini dibarengi dengan penyampaian kata sambutan dan motivasi dari pihak Perguruan Tinggi. Hal ini dilakukan untuk memberikan semangat kepada mahasiswa baru agar bersungguh-sungguh dalam menutut ilmu, menuju visi sukses dan jangan berhenti sebelum diresmikan sebagai sarjana yang ditandai dengan pemindahan toga wisuda. Ungkap Zalisman, M.Pd (Ketua STIT Al-Kifayah Riau).

Fitriana, M.Pd Konsel, selaku wakil ketua mengucapkan selamat kepada mahasiswa yang akan memasuki dunia kampus, dunia yang memiliki ciri khas tersendiri yang memfokuskan diri dalam pengembangan dimensi inteklektual, tanpa mengabaikan dimensi sosial, spiritual dan biologis. Beliau mengungkapkan bahwa STIT Al-Kifayah Riau merupakan pilihan yang tepat bagi mahasiswa, karena di sini kita mengerti dengan keadaan mahasiswa sehingga ada beberapa keunggulan pelayanan yang ditawarkan, diantaranya: prodinya segar, peluang kerjanya besar, dosen-dosennya bersahabat, mitra lembaganya banyak, biayanya bisa diangsur, dan kemudahan lain yang bisa didapat oleh mahasiswa, termasuk peluang beasiswa dari Kementerian Agama RI (dengan 3 kategori yaitu: Beasiswa Tahfidz, Prestasi dan Bidik Misi), kemudian beasiswa Bansos Provinsi Riau dan Baznas Provinsi Riau. Kategori beasiswa tersebut bisa dipilih dan didapatkan apabila yang bersangkutan memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh pihak terkait. Ungkapnya.

Selaku ketua Senat Kampus, Maspuri, M.Pd menyempaikan sekelumit cerita pengalaman beliau dalam kuliah, beliau pernah merasakan sangat marasai (sulit), kuliah sambil mengasuh anak yang baru lahir, mengais rezki untuk diri dan keluarga sambil mencari biaya kuliah untuk diri dan istri sekaligus, karena beliau kuliah bareng dengan istrinya tercinta. 

Kemudian Pembina Kampus Al-Kifayah Riau, Dr. Yundri Akhyar, MA menyampaikan bahwa tidak ada alasan bagi yang punya keterbatan financial untuk kuliah, semua berhak kuliah. Beliau mengatakan dengan membuat celengan di rumah, bisa untuk bayar kuliah di Al-Kifayah, kampus ini dirancang untuk semua bisa kuliah, menabung sebesar Rp. 8.000,- rupiah perhari (tidak sebesar biaya pulsa) secara konsisten bisa terlunasi semua biaya. Yang terpenting bagi mahasiswa adalah komitmen untuk meraih cita-cita. Banyak orang-orang hebat tidak dilahirkan dari keluarga kaya (tidak punya harta warisan), tetapi mereka lebih berhasil dibandingkan mereka yang mendapatkan harta warisan. Ini terjadi karena mereka yang tidak punya harta warisan merasa memiliki tantangan lebih kuat, sehingga mereka punya komitmen kuat, sabar dalam berjuang serta tidak pernah putus asa dan selalu mendekatkan diri pada Allah SWT.

Dalam kesempatan ini juga, selaku pembina memberikan bonus kepada juara I, II dan III pada ujian Gelombang I ini dengan cara memberikan diskon uang pembangunan sebasar Rp. 500.000,- untuk juara 1,  Rp. 400.000,- untuk juara 2, dan Rp. 300.000,- untuk juara 3. Adapun pemenang pada ujian Gelombang I ini, yaitu:

  • Juara 1: Laminah
  • Juara 2: Muhammad Yunus dari Lumban Dolok Kayulaut, Kecamatan Panyabungan Selatan
  • Juara 3 ada 2 orang: 1). Ganda Harona M. NST, dari Padang Sidempuan, dan 2). Indriani

Bagi yang tidak dapat juara tentu harus tetap bersemangat, sebab proses menuntut ilmu terus berkelanjutan hingga akhir hayat. Ungkap Yundri Akhyar. (Idris)