Pekanbaru (Inmas), Pada kegiatan Pembinaan Aktor-aktor
Kerukunan yang ditaja oleh Kementerian Agama Propinsi Riau di Cititel Hotel
Pekanbaru, Selaku narasumber, DR. Sri Murhayati, S.Ag, M.Ag sampaikan Peranan
Perempuan Dalam Memelihara Kerukunan Masyarakat. Selasa (30/10).
Menurut Sri, Dalam Kajian medis, Psikologis dan
Sosial, Perempuan dianggap lemah dari segi fisik, tubuh lebih kecil, suara
halus, Psikologis, mudah sedih, cepat menanggis bahkan pingsan menghadapi
persoalan. Walaupun demikian kekuatan perempuan itu tersembunyi. Kata Perempuan
berasal dari kata empu yang bearti tuan , orang yang mahir atau berkuasa, yang
paling besar dan dihargai. Per- empu- an. Ungkap Dosen UIN Suska Riau.
Ia juag menyampaikan Indikator Kerukunan yaitu. Baik
dan damai, Tidak bertengkar, Bersatu hati dan Bersepakat. Indikator ini bisa
diciptakan perempuan melalui herself (dirinya sendiri). Lanjut Sri.
Adapun Peranan Perempuan menurut al-Qur an, Pertama; Sebagai Hamba Allah (QS. Adz
Dzariat 56) kedua: Sebagai Isteri
(QS. Ar Rum:21) Ketiga: Sebagai Ibu
(QS Lukman 14) dan keempat :Sebagai
anggota masyarakat (QS. 58: 11). Tutup Sri. (Idris).Â