0 menit baca 0 %

Sri Murhayati,“Educates Herself, Kekuatan Peranan Perempuan Interfaith Harmony”.

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas), Pada kegiatan Pembinaan Aktor-aktor Kerukunan yang ditaja oleh Kementerian Agama Propinsi Riau di Cititel Hotel Pekanbaru, Selaku narasumber, DR. Sri Murhayati, S.Ag, M.Ag sampaikan Peranan Perempuan Dalam Memelihara Kerukunan Masyarakat.


Pekanbaru (Inmas), Pada kegiatan Pembinaan Aktor-aktor Kerukunan yang ditaja oleh Kementerian Agama Propinsi Riau di Cititel Hotel Pekanbaru, Selaku narasumber, DR. Sri Murhayati, S.Ag, M.Ag sampaikan Peranan Perempuan Dalam Memelihara Kerukunan Masyarakat. Selasa (30/10).

Menurut Sri, Dalam Kajian medis, Psikologis dan Sosial, Perempuan dianggap lemah dari segi fisik, tubuh lebih kecil, suara halus, Psikologis, mudah sedih, cepat menanggis bahkan pingsan menghadapi persoalan. Walaupun demikian kekuatan perempuan itu tersembunyi. Kata Perempuan berasal dari kata empu yang bearti “tuan”, orang yang mahir atau berkuasa, yang paling besar dan dihargai. Per- empu- an. Ungkap Dosen UIN Suska Riau.

Ia juag menyampaikan Indikator Kerukunan yaitu. Baik dan damai, Tidak bertengkar, Bersatu hati dan Bersepakat. Indikator ini bisa diciptakan perempuan melalui herself (dirinya sendiri). Lanjut Sri.

Adapun Peranan Perempuan menurut al-Qur’an, Pertama; Sebagai Hamba Allah (QS. Adz Dzariat 56) kedua: Sebagai Isteri (QS. Ar Rum:21) Ketiga: Sebagai Ibu (QS Lukman 14) dan keempat :Sebagai anggota masyarakat (QS. 58: 11). Tutup Sri. (Idris).