0 menit baca 0 %

Sosialisasi Kurikulum 2013 RA Provinsi Riau

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) - Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Riau taja Sosialisasi Kurikulum 2013 Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (K3RA) Provinsi Riau Tahun 2016, Senin (21/11), di Aula Besar Kanwil Kemenag Prov. Riau. Kegiatan yang diketuai oleh Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag Riau, Drs.

Pekanbaru (Inmas) - Bidang Pendidikan Madrasah Kanwil Kemenag Riau taja Sosialisasi Kurikulum 2013 Kelompok Kerja Raudhatul Athfal (K3RA) Provinsi Riau Tahun 2016, Senin (21/11), di Aula Besar Kanwil Kemenag Prov. Riau. Kegiatan yang diketuai oleh Kasi Kurikulum Kanwil Kemenag Riau, Drs. H. Kamaruddin dan dihadiri oleh Kepala RA Kab/kota se-Provinsi Riau.

"Sosialiasi kurikulum 2013 ini merupakan salah bentuk kegiatan untuk memberikan informasi baru mengenai perkembangan kurikulum RA yang wajib diberikan kepada anak didik. Sosialisasi ini bertujuan untuk memberitahukan standar mengenai seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan untuk mencapai tujuan dari kurikulum ini," jelas Ketua Panitia, Drs. H. Kamaruddin.

Beliau juga menjelaskan bahwa sosialisasi kurikulum ini juga untuk menstimulus perkembangan dunia pendidikan terutama RA untuk mengembangkan metode belajar sesuai dengan aturan yang ada dan mengembangkan potensi dari anak didik tersebut.

"Semoga dengan adanya sosialisasi ini penerapan kurikulum 2013 dapat dilaksanakan sebaik-baiknya dan para peserta mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru yang dapat diterapkan pada RA nya masing-masing," harap Kamaruddin.

Pada kesempatan yang sama, Drs. H. Mahyudin, MA dalam sambutannya menjelaskan mengenai keberhasilan suatu lembaga pendidikan dalam mengembangkan proses pengajaran.

"Minimal ada 3 hal yang harus diperhatikan pada suatu lembaga pendidikan yaitu lembaga itu sendiri yang harus memiliki manajemen solid dalam hal perencanaan pengembangan lembaga dengan program kerja yang kreatif dan inovatif sehingga dapat menarik masyarakat. Kemudian Kepala RA harus dengan konsentrasi penuh memiliki program kerja dalam mengembangkan RA, maka dari itu Kepala RA harus memiliki karakter yang tegas, jeli, kreatif, dan inovatif dalam mengembangkan pendidikan RA. Tidak lupa juga saya berterimakasih pada Kepala RA yang telah berhasil meraih juara terbaik nasional," jelas Mahyudin.

Lebih lanjut Beliau menjelaskan potensi SDM yang didukung oleh anggaran yang memadai akan dapat meningkatkan potensi RA untuk mengembangkan lembaga pendidikan.

"Memang tahun 2016 ini banyak pemotongan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah, tetapi kita harus berusaha untuk tetap melaksanakan kegiatan dengan memanfaatkan anggaran yang ada. Maka dari itulah kreativitas dan komunikasi yang terus terjalin dapat membantu dalam hal penyampaian program kerja. Keseluruhan dari DIPA yang dimiliki oleh Kementerian Agama, 80-nya adalah anggaran pendidikan agama dan keagamaan, maka dari itu kita harus melaksanakan program pendidikan agama dan keagamaan dengan baik," papar Mahyudin.

Beliau juga menambahkan bahwa RA sudah mendapatkan BOP sebanyak 2 kali yang merupakan salah satu bentuk perhatian pemerintah akan pentingnya pendidikan dini bagi anak-anak.

"Saya berharap dengan adanya kegiatan ini walaupun dalam anggaran yang terbatas tapi tidak menurunkan semangat para peserta untuk tetap memperhatikan materi dengan konsentrasi penuh dan mengikuti dengan seksama, agar materi yang diberikan dapat diterapkan pada RA masing-masing," tutup Mahyudin. (nvm)