0 menit baca 0 %

Sosialisasi Bahaya LGBT di MTs Miftahul Jannah, Kampung Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib

Ringkasan: Siak (Inmas) - Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) akhir-akhir ini banyak diperbincangkan. Untuk menekan bahaya dari LGBT di Kabupaten Siak, Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, MUI K...

Siak (Inmas) - Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) akhir-akhir ini banyak diperbincangkan. Untuk menekan bahaya dari LGBT di Kabupaten Siak, Pemerintah Kabupaten Siak melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, Dinas Kesehatan bekerjasama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak, MUI Kabupaten dan Kecamatan se-Kabupaten Siak, gencar melakukan sosialisasi bahaya penyimpangan prilaku LGBT di masyarakat terutama di sekolah/madrasah.

Salah satu madrasah yang dikunjungi tim sosialisasi ini adalah, Madrasah Tsanawiyah Miftahul Jannah, Kampung Kuala Gasib, Kecamatan Koto Gasib yang dikepalai oleh ibu Restri Susilo, S.Pd. Salah seorang yang tergabung dalam tim, Ustadz Edi Rusmin, S.Pd.I (MUI Kecamatan Koto Gasib) mengungkapkan bahwa, tujuannya kegiatan ini agar para pelajar mengetahui tentang bahaya LGBT sehingga LGBT tidak sampai menjadi gaya hidup. "Sehingga sejak awal, para siswa harus diberikan pengetahuan terkait hal ini. Kalangan pelajar mudah terpengaruh karena pergaulan mereka dan yang menjadi alasan mereka masuk dalam lingkungan ini", katanya.

Tak hanya sosialisasi, tim sosialisasi juga menggerakkan peran konseling remaja di sejumlah sekolah karena diharapkan para pelajar lebih bisa terbuka. "Kalau sesama pelajar mungkin bisa lebih terbuka dibanding dengan guru maupun orang tua mereka sendiri dan rata-rata setelah sosialisasi, mereka juga lebih terbukaโ€, ujarnya menambahkan.

Sementara itu, Restri Susilo, S.Pd selaku Kepala MTs Miftahul Jannah, Kampung Kuala Gasib menyampaikan terimakasihnya kepada tim sosialisasi yang telah memberikan pelajaran tentang bagaimana bergaul yang sehat terutama memperhatikan etika bahwa manusia itu telah Allah ciptakan dengan fitrah yang lurus. (Hd)