0 menit baca 0 %

Solidaritas Umat: MAN 1 Inhil Gelar Yasinan, Tahlil, dan Sholat Ghaib untuk Santri Al-Khoziny Sidoarjo

Ringkasan: Tembilahan (Kemenag) Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Indragiri Hilir (Inhil) menunjukkan rasa kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang mendalam dengan menggelar serangkaian ibadah kolektif. Kegiatan yang meliputi Yasinan, Tahlil, Doa, dan Sholat Sunnah Ghaib ini didedikasikan untuk...

Tembilahan (Kemenag) – Keluarga besar Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Indragiri Hilir (Inhil) menunjukkan rasa kepedulian dan solidaritas kemanusiaan yang mendalam dengan menggelar serangkaian ibadah kolektif. Kegiatan yang meliputi Yasinan, Tahlil, Doa, dan Sholat Sunnah Ghaib ini didedikasikan untuk mendoakan almarhum santri Pondok Pesantren Al-Khoziny, Sidoarjo, Jawa Timur.

Kegiatan khidmat tersebut dilaksanakan secara berjamaah di Lapangan MAN 1 Indragiri Hilir, Jalan Pelajar, Tembilahan Hulu, pada Jumat (17/10/2025) pukul 07.00 WIB, diikuti oleh seluruh civitas akademika, mulai dari guru, staf, hingga siswa.

Pelaksanaan ibadah kolektif ini dikoordinir oleh Wakil Kepala Bidang Keislaman, Ibrahim yang bekerja sama dengan seluruh Wakil Kepala MAN 1 Inhil dan Rohis. Tujuan utamanya adalah memanjatkan doa agar seluruh almarhum santri diampuni segala dosa dan kesalahannya, diterima amal kebaikannya, serta dilapangkan kuburnya.

Ibrahim selaku koordinator kegiatan, mengungkapkan bahwa inisiatif ini muncul dari rasa persaudaraan yang kuat di bawah payung Kementerian Agama RI.

“Jarak geografis boleh memisahkan, tetapi ikatan batin dan rasa persaudaraan sesama muslim tidak boleh terputus. Melalui Yasinan, Tahlil, dan Sholat Ghaib ini, kami menghadiahi pahala ibadah kepada para almarhum, sekaligus mempererat silaturahmi dan menumbuhkan kepedulian di lingkungan madrasah, dan sesama dibawah naungan Kementerian Agama RI,” ujar Ibrahim.

Rangkaian acara diawali dengan pembacaan Surah Yasin yang dilanjutkan dengan Tahlil yang dipimpin oleh H. Alfian, Wakil Kepala Bidang Kurikulum. Puncak kegiatan adalah pelaksanaan Sholat Sunnah Ghaib berjamaah, yang sebelum dimulai, kaifiah (tata cara) pelaksanaannya dijelaskan secara rinci oleh Ust. H. Syaieful Yani, yang kemudian bertindak sebagai imam.

Dalam sesi doa, Ust. H. Syaieful Yani juga memimpin permohonan ampunan dan rahmat bagi para almarhum. Ia turut menekankan pentingnya mengambil hikmah dari peristiwa ini, terutama bagi para siswa.

“Kematian adalah kepastian (mautul yaqin) bagi setiap yang bernyawa. Kegiatan ini menjadi momentum berharga untuk kita semua, khususnya para siswa, agar senantiasa termotivasi meningkatkan amal ibadah dan istiqomah sebagai bekal menghadapi akhirat,” tutur Ust. H. Syaieful Yani yang merupakan ASN staf Tata Usaha MAN 1 Inhil.

Seluruh rangkaian ibadah berjalan dengan khidmat dan tertib, memperkuat budaya introspeksi dan solidaritas kemanusiaan di lingkungan MAN 1 Indragiri Hilir. Selain mendoakan santri Al-Khoziny, kegiatan ini juga turut memohon keselamatan, keberkahan, dan perlindungan dari segala musibah bagi seluruh keluarga besar MAN 1 Inhil.  (Ria/ Mul)