0 menit baca 0 %

Social Campaign Anti Bullying di MAN 4 Pekanbaru

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) Perundungan atau akrab dikenal bullying masih banyak ditemukan di Indonesia. Bullying bisa terjadi dalam bentuk verbal maupun non-verbal. Menanggapi fenomena ini, Bidang Kesiswaan MAN 4 Pekanbaru bekerjasama dengan Forum Pemuda Pejuang Dunia Pendidikan (FPPDP) Provinsi Riau men...

Pekanbaru (Inmas) Perundungan atau akrab dikenal bullying masih banyak ditemukan di Indonesia. Bullying bisa terjadi dalam bentuk verbal maupun non-verbal. Menanggapi fenomena ini, Bidang Kesiswaan MAN 4 Pekanbaru bekerjasama dengan Forum Pemuda Pejuang Dunia Pendidikan (FPPDP) Provinsi Riau menyelenggarakan program "Social Campaign Anti Bullying" pada Jum'at (13/03/2020) bertempat di Mushola Al Fatih MAN 4 Pekanbaru.

Kegiatan diisi pada jam pelajaran Muhadhoroh, yang rutin setiap pekan dilaksanakan dan dihadiri oleh majelis Guru serta staff Tata Usaha (TU) MAN 4 Pekanbaru.

Setelah dibuka oleh Cholid, MA Ketua Tim Penjamin Mutu Madrasah (TPMM), Prawira Mahardika, S.Pd selaku Ketua FPPDP Provinsi Riau memandu program "Social Campaign Anti Bullying" ini. "Bullying bisa terjadi di mana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja. Saling ejek hingga menggunakan diksi kasar adalah kegiatan bullying yang sangat akrab dalam dialog harian siswa sekolah di Indonesia. Kerjasama peran antar orang tua, guru ataupun orang dewasa di sekitar anak, sangat berpengaruh untuk menekan kegiatan bullying", ujarnya.

Dalam acara ini, para pembicara dari FPPDP Provinsi Riau ini juga mengenalkan jenis-jenis bullying seperti bullying verbal, bullying non-verbal, bullying fisik,dabullying elektro- nik. Adapun disebutkan dalam kegiatan tersebut dampak negatif bullying diantaranya (1) Munculnya berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah tidur, masalah ini mungkin akan terbawa hingga dewasa. (2) Keluhan kesehatan fisik, seperti sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot. (3) Rasa tidak aman saat berada di lingkungan sekolah. (4) Penurunan semangat belajar dan prestasi akademis. (5) Dalam kasus yang cukup langka, anak-anak korban bullying mungkin akan menunjukkan sifat kekerasan.

Di samping dampak negatifnya, bullying juga dapat mendorong munculnya berbagai perkembangan positif bagi anak-anak yang menjadi korban bullying. Anak-anak korban bullying cenderung akan (1) Lebih kuat dan tegar dalam menghadapi suatu masalah, (2) Termotivasi untuk menunjukkan potensi mereka agar tidak lagi direndahkan, dan (3) Terdorong untuk berintrospeksi diri. (Ndri)