Pekanbaru (Inmas) Perundungan atau akrab dikenal bullying masih
banyak ditemukan di Indonesia. Bullying bisa terjadi dalam
bentuk verbal maupun non-verbal. Menanggapi fenomena ini, Bidang Kesiswaan MAN
4 Pekanbaru bekerjasama dengan Forum Pemuda Pejuang Dunia Pendidikan (FPPDP)
Provinsi Riau menyelenggarakan program "Social Campaign Anti Bullying"
pada Jum'at (13/03/2020) bertempat di Mushola Al Fatih MAN 4 Pekanbaru.
Kegiatan diisi pada jam pelajaran Muhadhoroh, yang rutin setiap pekan
dilaksanakan dan dihadiri oleh majelis Guru serta staff Tata Usaha (TU) MAN 4
Pekanbaru.
Setelah dibuka oleh Cholid, MA Ketua Tim Penjamin Mutu Madrasah (TPMM),
Prawira Mahardika, S.Pd selaku Ketua FPPDP Provinsi Riau memandu program "Social
Campaign Anti Bullying" ini. "Bullying bisa terjadi
di mana saja, kapan saja, dan kepada siapa saja. Saling ejek hingga menggunakan
diksi kasar adalah kegiatan bullying yang sangat akrab dalam
dialog harian siswa sekolah di Indonesia. Kerjasama peran antar orang tua, guru
ataupun orang dewasa di sekitar anak, sangat berpengaruh untuk menekan
kegiatan bullying", ujarnya.
Dalam acara ini, para pembicara dari FPPDP Provinsi Riau ini juga
mengenalkan jenis-jenis bullying seperti bullying verbal, bullying non-verbal, bullying fisik,dan bullying elektro- nik. Adapun disebutkan dalam kegiatan tersebut dampak negatif bullying diantaranya
(1) Munculnya berbagai masalah mental seperti depresi, kegelisahan dan masalah
tidur, masalah ini mungkin akan terbawa hingga dewasa. (2) Keluhan kesehatan
fisik, seperti sakit kepala, sakit perut dan ketegangan otot. (3) Rasa tidak
aman saat berada di lingkungan sekolah. (4) Penurunan semangat belajar dan
prestasi akademis. (5) Dalam kasus yang cukup langka, anak-anak korban bullying mungkin
akan menunjukkan sifat kekerasan.
Di samping dampak negatifnya, bullying juga dapat
mendorong munculnya berbagai perkembangan positif bagi anak-anak yang menjadi
korban bullying. Anak-anak korban bullying cenderung akan (1)
Lebih kuat dan tegar dalam menghadapi suatu masalah, (2) Termotivasi untuk
menunjukkan potensi mereka agar tidak lagi direndahkan, dan (3) Terdorong untuk
berintrospeksi diri. (Ndri)