Siak (Kemenag) - Semangat literasi di MTsN 3 Siak kembali menorehkan prestasi gemilang. Zahira Nasyika, siswi kelas IX C, berhasil meraih Juara II Lomba Menulis Cerita Pendek (Cerpen) Tingkat Provinsi Riau dalam rangka Semarak Bulan Bahasa Tahun 2025. Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa pelajar madrasah mampu bersaing di ajang literasi tingkat provinsi.
Ajang bergengsi tersebut diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah Provinsi Riau bekerja sama dengan Pemerintah Kota Pekanbaru, Universitas Lancang Kuning, Forum Perpustakaan Sekolah/Madrasah (FPSM), dan Riau Care Center. Kegiatan berlangsung meriah di Mal Pelayanan Terpadu Pekanbaru pada 24–25 Oktober 2025, diikuti oleh ratusan pelajar dari SMP dan MTs se-Riau yang berkompetisi menampilkan karya terbaik mereka.
Zahira tampil percaya diri diatas panggun saat pengumuman pemenang dengan karya berjudul “Bayangan yang Belajar Bicara”. Sebuah cerita inspiratif yang mengisahkan tentang perjuangan seorang remaja dalam menemukan kepercayaan diri setelah lama hidup dalam bayang-bayang rasa takut dan rendah diri. Cerpen ini dinilai memiliki kekuatan karakter, alur yang mengalir, serta pesan moral yang menyentuh.
Dalam proses persiapannya, Zahira dibimbing secara intensif oleh guru pembimbing, Abdullah yang merupakan guru Bahasa Inggris MTsN 3 Siak yang juga dikenal sebagai pembina literasi madrasah. Abdullah menceritakan bahwa bimbingan dilakukan secara fokus dan terarah selama satu minggu penuh.
“Saya membimbing Zahira selama seminggu secara intensif. Hari pertama saya minta ia menulis ide utama yang ingin diceritakan. Setelah itu kami berdiskusi, berbagi ide, dan mengembangkan karakter serta konflik cerita. Kami akhirnya sepakat memilih judul ‘Bayangan yang Belajar Bicara’ karena kisahnya sangat menggambarkan proses seseorang dalam menemukan keberanian dan jati diri,” ungkap Abdullah.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa keberhasilan Zahira bukanlah hasil instan, melainkan buah dari kerja keras, latihan menulis yang konsisten, dan semangat untuk belajar dari berbagai sumber bacaan. “Zahira adalah sosok yang tekun dan kreatif. Ia selalu terbuka terhadap masukan dan berani mencoba hal baru dalam menulis. Itulah yang membuat karyanya berbeda dan kuat secara emosional,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala MTsN 3 Siak, Idris, menyampaikan apresiasi yang tinggi atas capaian tersebut. “Prestasi Zahira menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar MTsN 3 Siak. Ini adalah bukti bahwa semangat literasi telah tumbuh subur di lingkungan madrasah. Kami akan terus mendukung dan memfasilitasi kegiatan yang dapat mengembangkan bakat menulis dan berpikir kritis siswa. Kami berterima kasih kepada guru pembimbing siswa, bapak Abdullah. Beliau juga merupakan peraih Juara III Lomba Menulis Cerpen untuk guru Tingkat nasional yang juga dilaksanakan di bulan Oktober 2025. Semoga prestasi ini bisa menginspirasi guru dan siswa yang lain,” ujar Idris dengan penuh semangat.
Zahira sendiri mengaku sangat bersyukur atas pencapaian ini. Ia tidak menyangka bahwa karyanya dapat menembus tingkat provinsi dan membawa pulang penghargaan besar bagi madrasahnya. “Alhamdulillah, saya sangat bahagia dan bersyukur. Terima kasih sebesar-besarnya kepada Mr. Abdullah yang telah membimbing saya dengan sabar, kepala madrasah, seluruh guru, dan teman-teman yang selalu mendukung dan menyemangati. Prestasi ini saya persembahkan untuk MTsN 3 Siak tercinta,” ucap Zahira dengan senyum bangga.
Prestasi Zahira semakin menegaskan bahwa MTsN 3 Siak bukan hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga aktif mengembangkan potensi literasi dan karakter siswanya. Madrasah ini dikenal memiliki berbagai program literasi seperti Pojok Baca Siswa, Gerakan Menulis Setiap Jumat, serta Komunitas Pena Madrasah.
Dengan keberhasilan ini, MTsN 3 Siak kembali menunjukkan komitmennya dalam membentuk generasi muda yang cerdas, kreatif, dan berbudaya literasi tinggi. Seperti pesan Kepala Madrasah, “Kemenangan bukanlah tujuan akhir, tetapi awal dari perjalanan panjang menuju kecintaan terhadap ilmu dan budaya membaca,” tegasnya. (Abd/Hd)