0 menit baca 0 %

Siswa MIS Ibtidaul Huda Belajar dari Rumah Libatkan Orang Tua

Ringkasan: Bengkalis (Inmas) - Wabah Corona Virus Desease (Covid 19) saat ini sedang melanda dunia, dan hal ini tentunya membawa dampak bagi dunia pendidikan, tentunya tidak terkecuali untuk dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Bengkalis.  Berdasarkan Surat Edaran Bupati Bengkalis nomor 122/KPTS/ III / 2020...

Bengkalis (Inmas) - Wabah Corona Virus Desease (Covid –19) saat ini sedang melanda dunia, dan hal ini tentunya membawa dampak bagi dunia pendidikan, tentunya tidak terkecuali untuk dunia pendidikan yang ada di Kabupaten Bengkalis.

 

Berdasarkan Surat Edaran Bupati Bengkalis nomor 122/KPTS/ III / 2020 tentang Penetapan Status Siaga Darurat Bencana Non Alam Akibat Virus Corona di Kabupaten Bengkalis yang ditandatangani oleh Plh Bupati Bengkalis H Bustami HY, menginstruksikan mulai tanggal 17 Maret sampai dengan 15 April 2020, proses belajar mengajar di seluruh sekolah dan juga madrasah yang ada di Kabupaten Bengkalis untuk dilaksanakan dari rumah, dengan menggunakan sistem online (daring).

 

Menyikapi hal tersebut, Kepala MIS Ibtidaul Huda Desa Teluk Papal Kecamatan Bantan Sururiah SPdI, pada Rabu (01/04/2020) menyampaikan melalui pesan Whatsappnya kepada Inmas Kemenag Bengkalis, beliau mengatakan bahwa proses belajar mengajar di MIS Ibtidaul Huda dilakukan oleh guru dan siswa dari rumah masing-masing, dengan memanfaatkan aplikasi Whatsapp group paguyuban kelas.

 

“Dengan menggunakan sistem online (daring), siswa belajar dari rumah dengan penugasan yang diberikan oleh guru kelasnya. Hal ini dimaksudkan sebagai upaya untuk memantau aktivitas belajar anak-anak di rumah. Selanjutnya hasil dari proses belajar mengajar di rumah tersebut akan diupdate oleh orang tua/wali murid untuk dikirim kepada guru kelasnya masing-masing” jelas Sururiah.

 

Selanjutnya, masih menurut Sururiah para guru juga beraktifitas dan bekerja dalam memandu para peserta didiknya dari rumah masing-masing atau WFH (Work From Home),  dengan menggunakan whatshap group paguyuban kelas. Dan kegiatan belajar anak di rumah tetap dipantau serta dilaporkan oleh orang tuanya dan dikirimkan melalui whatshap group paguyuban kelas.

 

“Dengan adanya proses belajar mengajar dari rumah, anak–anak usia sekolah akan disibukkan oleh kegiatan belajarnya. Jadi walau mereka tidak harus masuk kelas dan tatap muka di sekolah, mereka tetap mendapatkan ilmu pengetahuan. Hal ini juga tentunya akan membuat semakin erat hubungan orang tua dengan anak-anaknya, karna mereka para orang tua pada akhirnya akan belajar bersama dengan anak mereka di rumah setiap harinya” tambah Sururiah.

 

Semoga musibah dan bencana non alam ini segera akan berakhir dan lenyap dari bumi Indonesia. Marilah sama-sama kita berdoa untuk keselamatan negeri yang kita cintai, dan semoga musibah wabah virus corona ini cepat berlalu. (sur/tfk)