Kuansing (Kemenag) — Program unggulan Camp Bahasa Inggris dan Arab MAN 1 Kuantan Singingi kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas penguasaan bahasa asing bagi peserta didik. Tahun ini, peserta camp melaksanakan Ujian Akhir Program (UAP) secara langsung di dua negara, yakni Malaysia dan Singapura, sebagai bagian dari rangkaian pembelajaran berbasis language immersion.
Kegiatan yang berlangsung pada (24 s.d 28 November 2025) tersebut diikuti oleh seluruh peserta camp yang telah menjalani pembinaan intensif selama 6 bulan, dengan rincian siswa camp inggris sebanyak 38 siswa dan camp Arab sebanyak 16 siswa, dengan jumlah total 54 siswa. Pelaksanaan ujian di luar negeri ini dirancang untuk memberikan pengalaman nyata dalam penggunaan bahasa Inggris dan Arab dalam konteks global, sekaligus memperluas wawasan internasional para siswa.
Di Malaysia, para peserta melaksanakan ujian praktik komunikasi bahasa Inggris dan Arab di sejumlah titik edukatif dan publik, termasuk pusat pembelajaran bahasa dan objek wisata sejarah. Para siswa diminta melakukan conversation practice, presentasi singkat, serta tes pemahaman budaya (cultural understanding) langsung dengan narasumber lokal.
Sementara di Singapura, para peserta mengikuti ujian lanjutan berupa public speaking, wawancara, serta tugas observasi lingkungan menggunakan bahasa Inggris. Kegiatan ini dilaksanakan di area publik seperti kawasan edukasi, dan pusat komunitas yang memungkinkan interaksi langsung dengan masyarakat internasional.
Kepala MAN 1 Kuansing, Elfarida, menyampaikan bahwa pelaksanaan ujian di dua negara ini merupakan bagian dari strategi madrasah dalam memperkuat kompetensi global siswa. “Kami ingin memberikan pengalaman autentik agar siswa tidak hanya mahir secara teori, tetapi juga percaya diri berbahasa di lingkungan internasional. Program ini juga diharapkan membangun karakter, kemandirian, dan wawasan global mereka,” ujarnya.
Pembimbing program camp Bahasa, Seprion, juga mengungkapkan bahwa para siswa menunjukkan antusiasme dan perkembangan yang signifikan. Mereka mampu berinteraksi dengan baik serta menyelesaikan seluruh rangkaian ujian dengan penuh semangat dan kepercayaan diri.
Melalui kegiatan ini, MAN 1 Kuansing terus membuktikan komitmennya dalam menciptakan generasi yang berdaya saing global, berbudaya, dan mampu berkomunikasi secara efektif dalam bahasa internasional. Program camp bahasa yang berakhir dengan ujian di Malaysia dan Singapura ini menjadi pengalaman berharga sekaligus pijakan untuk peningkatan mutu pendidikan madrasah di masa mendatang. (LZ)