0 menit baca 0 %

Sinergitas Kemenag dengan Kelompok Bimbingan Perkuat Kebutuhan Jamaah

Ringkasan: Riau (Inmas)- Melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Direktur Bina Haji Khoirizi H Dasir mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin  membuka kegiatan pembinaan kelompok bimbingan ibadah haji. Regulasi mengatur bahwa kegiatan bimbingan jemaah haji dilaksanakan pemerintah dan atau...

Riau (Inmas)- Melalui Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag, Direktur Bina Haji Khoirizi H Dasir mewakili Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin  membuka kegiatan pembinaan kelompok bimbingan ibadah haji. 

Regulasi mengatur bahwa kegiatan bimbingan jemaah haji dilaksanakan pemerintah dan atau masyarakat. Untuk itu,  pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat harus diberikan pemerintah kepada masyarakat. Hal itu diutarakan Khoirizi di Jakarta,  Rabu (22/05).

Menurutnya sinergi antara pemerintah dan KBIH dalam memberikan bimbingan ibadah kepada jemaah sangat urgen. Evaluasi penyelenggaraan haji 2018 masih mencatat adanya jemaah yang belum memahami manasik haji. 

"Ini menunjukan pembinaan secara intensif perlu dilakukan agar jemaah memahami pengetahuan dasar praktik haji. KBIH dibutuhkan, hadir bersama pemerintah untuk menjawab kebutuhan bimbingan ibadah bagi jemaah agar bisa lebih mandiri," terangnya.

Apalagi Kegiatan ini merupakan pembinaan yg dilakukan oleh kemenag RI kepada KBIH utk diteruskan kepada jamaah.

Di sisi lain, kehadiran KBIH juga memberi warna dalam tata kelola penyelenggaran ibadah haji. Untuk itu KBIH diharapkan dapat memberikan pembinaan manasik yang berkualitas kepada jamaah.

Lebih dari itu Khoirizi menekankan pentingnya peran pejabat kemenag dan KBIH. “Keduanya diharapkan bisa bersinergi”, ujarnya.

Kondisi ini, menurut Khoirizi, perlu dibahas bersama antara Kemenag dengan KBIH. Karena itu lah perlu ada pembinan kelompok bimbingan. 

"Di sini, kita akan mendiskusikan bersama beragam masalah pembinan ibadah jemaah dengan fokus tema guna Meningkatkan Kualitas Bimbingan dalam rangka Meraih Kemabruran," tegas Khoirizi.

Ia menilai dengan edukasi yang baik dari KBIH kepada jamaah diharapkan akan muncul jamaah  mandiri dalam menghadapi perjalanan haji ketika di tanah suci.

Kepada peserta, Khoirizi meminta agar forum ini digunakan untuk melakukan identifikasi masalah terkait proses pembinaan ibadah haji dan kemandiriaan jemaah. Dengan demikiian,  forum ini bisa memberikan masukan dalam rangka penyempurnaan layanan bimbingan ibadah kepada jemaah haji.

Kasubdit Bimbingan Jemaah Arsyad Hidayat selaku ketua panitia melaporkan kegiatan ini diikuti 100 peserta, terdiri dari : Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi se Indonesia, para pengurus Forum Komunikasi Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH), perwakilan ormas Islam, serta akademisi dan praktisi haji. 

Kegiatan 3 hari,  22-24 Mei, ini bertujuan membangun sinergi dan menggali pola pembinaan yang efektif bagi jemaah haji. Dapat diketahui kegiatan yang turut dihadiri Perwakilan Bidang PHU Kemenag Riau ini juga diisi dengan sosialisasi UU no 8 tahun 2019 tentang penyelenggaraan haji dan umroh.(Vera/Fadli)