0 menit baca 0 %

Sinergi Adat dan Syariat: Penyuluh Agama Islam Hadiri Peresmian Balai Adat Sedinginan

Ringkasan: Rokan Hilir (Kemenag) Peresmian Balai Adat Melayu Sedinginan berlangsung khidmat dan sarat nilai budaya, Jumat (21/11/2025). Acara tersebut turut dihadiri Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanah Putih, Syakroni bersama tokoh adat, pemuka agama, perangkat desa dan masyarakat se...

Rokan Hilir (Kemenag) — Peresmian Balai Adat Melayu Sedinginan berlangsung khidmat dan sarat nilai budaya, Jumat (21/11/2025). Acara tersebut turut dihadiri Penyuluh Agama Islam Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Tanah Putih, Syakroni bersama tokoh adat, pemuka agama, perangkat desa dan masyarakat setempat.

Peresmian ini mengusung tema “Semoga Membawa Perubahan, Ketentraman, Kemaslahatan, dan Kejayaan Negeri”, mencerminkan harapan besar masyarakat agar keberadaannya menjadi pusat pelestarian budaya Melayu serta ruang mempererat silaturahmi dan kegiatan kemasyarakatan.

Syakroni menyambut baik kehadiran balai adat tersebut sebagai langkah nyata dalam memperkuat identitas budaya dan memperdalam peran agama dalam kehidupan sosial.

“Balai adat bukan hanya simbol budaya, tetapi juga tempat bermusyawarah, bertukar pikiran, dan menanamkan nilai-nilai kebaikan. Semoga keberadaannya membawa keberkahan, ketenteraman dan persatuan bagi masyarakat Sedinginan,” ujarnya.

Adapun Plt. Camat Tanah Putih, Muhammad Harizal turut memberikan apresiasi atas terbangunnya balai adat yang dinilai akan menjadi ruang pemersatu masyarakat.

“Balai Adat Melayu Sedinginan ini adalah kebanggaan bersama. Kita berharap bangunan ini menjadi ruang pemersatu, tempat masyarakat berkegiatan serta sarana untuk menghidupkan kembali nilai-nilai adat yang sejalan dengan ajaran agama. Pemerintah kecamatan siap mendukung setiap kegiatan positif yang memberi manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Rangkaian peresmian diawali dengan doa bersama, sambutan tokoh adat, serta prosesi adat Melayu yang menambah kekhidmatan suasana. Kehadiran penyuluh agama dalam acara budaya ini juga menunjukkan kuatnya sinergi antara adat dan syariat dalam kehidupan masyarakat Tanah Putih.

Dengan diresmikannya Balai Adat Melayu Sedinginan, fasilitas tersebut kini dapat dimanfaatkan sebagai pusat kegiatan adat, pembinaan generasi muda, hingga kegiatan sosial keagamaan bagi masyarakat setempat. (TH/Humas)