Riau (Inmas) - Pentingnya zakat bukan hanya bernilai ibadah perorangan yang termasuk dalam Rukun Islam, tetapi zakat memberikan manfaat yang luar biasa bagi umat. Saat ini zakat digalakkan sebagai peningkatan perekonomian syariah untuk kepentingan umat dan pengentas kemiskinan, maka dari itu perbaikan dan perubahan yang dilakukan oleh pemerintah dalam menata manajemen zakat menjadi lebih baik dan tepat sasaran.
H.M. Saman, S.Sos, M. Si yang saat ini menjabat kembali menjadi Kepala Bidang Penerangan Islam, Zakat, dan Wakaf Kanwil Kemenag Riau mulai meningkatkan pengembangan manajemen zakat ke seluruh daerah kab/kota di Riau. Tidak hanya itu saja, Kementerian Agama Riau terus berkoordinasi dan memperketat kerja sama dengan lembaga/badan semi pemerintah yang ikut turun langsung mengelola zakat dari masyarakat yaitu BAZNAS dan LAZ.
"Saat ini pengelolaan zakat tidak lagi dengan sistem manual yang lebih banyak human eror-nya sesuai dengan perkembangan jaman yang serba digital tentunya pengelolaan zakat pun harus menyesuaikan. Maka dari itu, dari tingkat nasional zakat sudah memiki aplikasi khusus sebagai penataan manajemennya yaitu disebut SiMBA singkatan dari Sistem Manajemen Informasi BAZNAS," jelas Saman mengawali wawancara singkat ini.
Lebih lanjut Beliau menerangkan bahwa SiMBA merupaka sebuah sistem yang dibangun dan dikembangkan untuk keperluan penyimpanan data dan informasi yang dimiliki oleh BAZNAS secara nasional dan aplikasi ini juga dilengkapi dengan fitur pencetakan laporan.
"Maka dari itu, saat ini pengelolaan zakat sudah transparan dan akuntabel sehingga masyarakat dapat lebih mudah memantau dan mengawasi dana zakat yang dikelola baik itu dari segi pemasukan zakat dan peruntukkannya, tidak ada lagi yang ditutupi. Kinerja para pengelola zakat pun sudah sangat profesional dan tidak ada lagi kepentingan pihak-pihak tertentu yang dapat mencampuri urusan zakat, diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan zakatnya kepada badan yang sudah dipercayai dan ditunjuk oleh pemerintah, " papar Lelaki yang sudah 2 kali menjadi Kabid Penaiszawa yang sebelumnya bernama Penamas.
Selain itu, tambahnya, SiMBA juga memudahkan dalam pengolahan dan menghasilkan laporan keuangan dan juga sebagai alat strategis untuk membuat keputusan dan kebijakan sebagai misi jangka panjang.
"Aplikasi berbasis web ini dapat digunakan oleh seluruh badan atau lembaga zakat diseluruh nusantara tanpa harus melewati proses instalasi yang rumit. Saya menghimbau kepada badan atau lembaga yang bergerak dibidang pengelolaan zakat agar mengadopsi sistem aplikasi ini sehingga kita dapat saling bekerja sama dan melakukan koordinasi dengan baik sehingga zakat yang diterima dari masyarakat dapat dikelola dengan baik sehingga tujuan mulia dari ibadah zakat yaitu meningkatkan perekonomian syariah umat dan mengentaskan kemiskinan dapat dilaksanakan secara bersama-sama dan lebih baik kedepannya," menutup sesi wawancara disela-sela padatnya jadwal Kabid Penaiszawa yang baru sebulan dilantik. (nvm)