0 menit baca 0 %

Siaga Kanker, DWP Kemenag Riau Taja Sosialisasi Edukasi Deteksi Kanker

Ringkasan: Riau (Inmas) Dalam rangka mewujudkan program Wanita bebas kanker, bertempat di aula besar Kanwil Kemenag Riau pada Kamis (19/10) pagi, Dharma wanita persatuan Kanwil Kemenag Riau bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melaksanakan  Sosialiasi Deteksi Dini Kanker dan Tumor payudara  ter...

Riau (Inmas) – Dalam rangka mewujudkan program Wanita bebas kanker, bertempat di aula besar Kanwil Kemenag Riau pada Kamis (19/10) pagi, Dharma wanita persatuan Kanwil Kemenag Riau bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru melaksanakan  Sosialiasi Deteksi Dini Kanker dan Tumor payudara  terhadap seluruh karyawati dan anggota DWP Kemenag se-Provinsi Riau.

Tujuan dari sosialisasi ini untuk edukasi deteksi dini tentang kanker serviks dan payudara dengan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat) dan Sadanis, mengingat jenis kanker yang kerap menyerang perempuan adalah kanker rahim dan payudara. Kebanyakan perempuan berobat setelah stadium lanjut sehingga pengobatannya sudah sulit dilakukan.

Kegiatan ini merupakan program nasional, sekaligus juga program RI 1 yang harus sama sama kita sukseskan,demikian himbauan Kabag TU Drs H  Mahyudin MA saat membuka kegiatan sosialisasi dihadapan 180 peserta. Ia mengungkapkan permintaan maaf dari Kakanwil Kemenag Riau karena tidak bisa hadir bersama-sama pada kegiatan sosialisasi karena sedang melakukan beberapa agenda kegiatan lain, ucap Mahyudin.

Mengutip yang disampaikan oleh Ketua Yayasan Kanker Indonesia Prof Dr Aru Wicaksono Sudoyo dalam satu tahun itu telah terdeteksi tidak kurang dari 15 ribu kasus serviks yang ada di Indonesia. Artinya begitu besar angka yang terjadi di Indonesia, bahkan dikatakannya bahwa kanker ini adalah pembunuh nomer satu yang ada di Indonesia.

Tercatat pada Tahun 2016 ada sebanyak 17,8 juta jiwa meninggal dunia karena kanker serviks, bahkan pada Tahun 2017 mencapai sekitar 21, 7 juta jiwa meninggal karena kanker ini. Ada kenaikan sekitar 3, 9 persen dalam jangka satu tahun. Tentu hal sangat memprihatinkan, ujarnya. Sementara  itu jika kita lihat di data WHO menyatakan Indonesia merupakan penderita terbanyak kanker serviks di dunia.

Ia mengaku sangat apresiatif dengan inisiatif DWP Kemenag Riau dalam menggerakkan kesadaran perempuan terhadap deteksi dini kanker serviks dan payudara tersebut.

Mahyudin mengungkapkan ada tiga penyebab utama banyaknya penderita kanker terhadap perempuan Indonesia. Pertama, dikarenakan minimnya kesadaran terhadap pemeriksaan kanker. Kedua, Kurangnya kepekaan dan antisipasi yang dilakukan perempuan terhadap kanker serviks dan payudara, padahal ini bisa diatasi agar tidak berjangkit dengan mudah kepada setiap perempuan, dan terakhir kurang rutinnya melakukan pemeriksaan juga menjadi penyebab fantastisnya angka penderita kanker di Indonesia, terang Mahyudin.  

Kegiatan sosialisasi yang menghadirkan pembicara tunggal  Dr win Irawati dari Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru itu dilanjutkan dengan pemeriksaan dan deteksi dini kanker yang diadakan di Aula besar Kanwil Kemenag Riau. Tampak hadir sejumlah kru dari dinas Kesehatan, Ketua DWP Kemenag Provinsi Riau, Ketua DWP Kabupaten Kota, dan seluruh karyawati di lingkungan Kanwil Kemenag Provinsi Riau.(vera)