Siak (Inmas) -
Anak-anak muda dari komunitas Pejuang Subuh tampak sumringah, dan bersemangat
pada Ahad subuh lalu, di mesjid Al Fatah kecamatan Siak. Pasalnya gerakan ini mendapat
dukungan dari pemerintah Kabupaten Siak, yaitu berupa kendaraan roda empat
untuk operasional. "Alhamdulillah Pejuang Subuh dapat dukungan dari Pemkab
Siak. Ini menjadi cemeti kami sebagai pengurus untuk lebih giat dalam mengajak
masyarakat shalat subuh berjamaah di masjid", ungkap Toto Prasetyo ketua
Pejuang Subuh.
Toto sapaan
akrabnya mengatakan, dengan adanya kendaraan operasional ini, akan menambah
semangatnya bersama kawan-kawannya untuk berdakwah. "Ya, dengan kendaraan
ini kami akan membuat dakwah on the road", ujarnya. "Insya Allah
kedepan kami akan mangkal untuk berdakwah sambil jualan kue kacang. Lokasinya
bisa di pinggir jalan atau ditempat anak-anak muda biasa ngumpul", ucap Kepala
SMA Islamic Center ini.
Sebagai
informasi, anggota dari pejuang subuh inipun bukan hanya dari kalangan remaja
saja, tapi ada juga dari Babinkamtipmas, Satpol PP, Polisi, dan PNS. "Tujuan
Pejuang Subuh bukan untuk mengangkat 'bendera' tapi lebih kepada perubahan
dimasyarakat Kabupaten Siak, menjadi lebih baik terutama pada kalangan
remaja", imbuhnya.
Dijelaskannya,
Pejuang Subuh adalah suatu gerakan untuk mengajak masyarakat khususnya
anak-anak muda, agar melaksanakan salat Subuh berjamaah di masjid. Dengan
harapan menjadikan shalat subuh seramai waktu shalat Jum’at. "Nah, kalau
subuhnya sudah senantiasa berjamaah di mesjid, maka shalat 5 waktunya insya
Allah selalu aktif di masjid", ucap Toto.
Menurut Toto
untuk mencapai itu harus ada usaha dari semua pihak. Hal ini harus dibangun
secara bersama-sama dan berkelanjutan, yang dimulai dari anak-anak remaja.
Karena, para remaja sebagai generasi penerus yang akan meneruskan perjuangan
dari pada estafet kempemimpinan negeri istana. "Kalau mereka sudah
terbiasa bangkit shalat subuh berjamaah dengan disiplin waktu yang baik, maka
kami yakin seluruh aktifitas kedisiplinan mereka bisa lebih baik lagi",
ujar Alumni Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin, Kecamatan Koto Gasib ini.
Alumni Al
Azhar, Kairo, Mesir ini menjabarkan, kegiatan dari pejuang subuh ini ada 4
agenda disetiap minggunya. Minggu pertama kegiatan adalah subuh keliling di
seputaran kecamatan Siak, dan Mempura dengan target masjid atau mushola yang
belum ramai jamaahnya. Kegiatan subuh keliling ini juga biasanya ada pengajian
agama hingga waktu syuruq atau sekitar pukul 6.30 WIB. Pihaknya juga
menyediakan makanan ringan yang dananya bersumber dari hasil penjualan kue
kacang pejuang subuh sendiri.
Sementara di pekan
kedua, kegiatan pejuang subuh selanjutnya adalah melatih fisik para anggota
pejuang subuh, dan para remaja lainnya usai shalat subuh berjamaah yaitu dengan
berolahraga. Kemudian di minggu ketiga agendanya adalah khotmil Qur'an usai
shalat subuh dalam satu majelis. Hal ini untuk mengimbangi kebiasaan bermain
gadget dengan Al Qur'an.
Untuk di
minggu ke-empat diisi dengan pembekalan tema-tema remaja. Seperti, bagaimana
menghadapi kegalauan remaja, tidak berpacaran, tidak merokok dan lain
sebagainya. Dengan konsep menjadikan hijrah lebih indah. Sebelumnya Bupati Siak
H Alfedri usai menyerahkan secara simbolis kendaraan operasional tersebut
menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Siak sangat mendukung upaya dari
komunitas maupun masyarakat terkait syiar agama.
Hal ini kata
dia, sesuai dengan program Kampung Binaan Keluarga Sakinah (KBKS) yang saat ini
sedang di sosialisasikan kemasyarakat. Kemudian sejalan dengan visi Kabupaten
Siak yaitu menjadikan masyarakat kabupaten Siak yang agamis. Salah satu
indikatornya adalah shalat, yang diawali dengan shalat subuh berjamaah di
masjid. "Untuk merealisasikan visi misi tersebut saya mengajak seluruh
umat muslim Kabupaten Siak, senantiasa memakmurkan mesjid-masjid yang ada di
kecamatan masing-masing", pinta pemimpin negeri istana itu.
Alfedri
menyampaikan hadits Rasulullah SAW, yang diriwayatkan olehBukhari dan Muslim,
sesungguhnya shalat yang paling berat dilaksanakan oleh orang-orang munafiq
adalah Shalat Isya dan Shalat Subuh. Sekiranya mereka mengetahui keutamaan
keduanya, niscaya mereka akan mendatanginya sekalipun dengan merangkak. "Kami
mengapresiasi upaya dari ustadz Toto dan kawan-kawan dalam mengajak remaja
untuk memakmurkan mesjid", kata Alfedri.
Ia berharap
adanya gerakan pejuang subuh disetiap kecamatan, dan mensinergikan program KBKS
dengan gerakan Pejuang Subuh di seluruh kecamatan. Sehingga negeri istana
selalu di berkahi, dan dirahmati oleh Allah. (Hd)