Setjen Bimas Islam: Kementerian Agama Merupakan Kementerian Malaikat
Ringkasan:
Tembilahan (Humas) - Kementerian agama merupakan kementerian malaikat. Ia harus suci dan bersih. Sedikit saja noda hitam akan dinilai cepat oleh publik. Yang banyak disorot selalu sisi negatif saja sementara yang positif selalu dilupakan. Hal itu disampaikan Sekretaris Jendral Bimas Islam Kementeria...
Tembilahan (Humas) - Kementerian agama merupakan kementerian malaikat. Ia harus suci dan bersih. Sedikit saja noda hitam akan dinilai cepat oleh publik. Yang banyak disorot selalu sisi negatif saja sementara yang positif selalu dilupakan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Jendral Bimas Islam Kementerian Agama RI saat memberikan tausiyah buka puasa di depan Kakanwil Kementerian Agama Provinsi Riau beserta kabag TU dan para Kabid, Kepala Kemenag Indragiri Hilir, dan keluarga besar Kemenag Inhil di Kantor Kemenag Indragiri Hilir, Selasa (30/7).
“Kasus terbaru adalah pemberitaan tentang biaya sidang Itsbat 1 Ramadan yang lalu. Banyak media memberitakan bahwa biaya sidang tersebut menelan biaya 9 miliar rupiah, padahal hanya Rp149 juta saja,†kata Prof Dr Muhammadiyah Amin, MAg tegas.
“Sementara prestasi MAN Insan Cendikia yang memperoleh nilai UN kedua tertinggi nasional setelah SMA 4 Bali tak pernah disebut-sebut,†ujar Putra Inhil Kelahiran Kuala Enok tersebut.
“Untuk itu kita harus menjaga image kementerian malaikat ini,†sambung Setjen yang disambut senyum para hadirin.
Berbicara tentang Ramadan, Setjen Bimas Islam tersebut menyebutkan bahwa orang yang berhak meraih lailat al-qadr adalah yang bersungguh ibadah mulai awal Ramadan. “Ibarat orang bertanding sepakbola, permainan itu dimulai dari babak awal, babak penyisihan. Orang yang tak ikut babak penyisihan jangan harap ikut pada babak berikutnya,†ujar Setjen.
“Dan diharapkan setelah peristiwa lailat al-qadr itu hendaknya kemulian malam tersebut membekas pada diri kita berupa sikap orang yang bertakwa,†lanjut Profesor Ilmu Hadis dari IAIN Ciputat tersebut.
Terakhir, mantan Rektor STAIN Gorontalo tersebut berpesan supaya semua yang hadir jangan pernah berhenti memperjuangkan agama melalui dakwah. Selain itu, beliau juga berpesan supaya berhati-hati dengan menjamurnya berbagai macam aliran sempalan yang muncul akhir-akhir ini. (ghp)