0 menit baca 0 %

Sesuai Juknis, Gea Arahkan seluruh Penyuluh Agama Katolik Non PNS

Ringkasan: Riau ( Inmas) Menindaklanjuti Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 246 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Rekrutmen dan Pemberian Honorarium Penyuluh Agama Katolik Non Pegawai Negeri Sipil, Bimbingan Masyarakat Katolik adakan...

Riau ( Inmas) Menindaklanjuti Keputusan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia Nomor 246 Tahun 2017 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Rekrutmen dan Pemberian Honorarium Penyuluh Agama Katolik Non Pegawai Negeri Sipil, Bimbingan Masyarakat Katolik adakan Sosialisasi  pembenahan Laporan Penyuluh yang telah dilakukan semenjak januari 2018 bertempat di Ruang Pertemuan Gereja Santa Maria- Pekanbaru, Sabtu  24 November 2018.

Acara yang dimulai sejak Pukul 10.00 wib dihadiri Oleh Pembimbing Masyarakat Katolik, Alimasa Gea, M.Pd, Romo Pryo, S.CJ, Staf Bimas Katolik serta 60 Orang Penyuluh yang terdaftar sebagai Penerima Bantuan Penyuluh Agama Katolik Non PNS pada Bimas Katolik Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau.

Penyuluh agama baik PNS maupun Non PNS merupakan ujung tombak Direktorat Urusan Agama Katolik Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Katolik Untuk meningkatkan Pemahaman, penghayatan dan Pengamalan nilai-nilai agama Katolik sebut Gea mengawali sambutannya.

Para Penyuluh yang terpilih ini merupakan orang-orang pilihan yang sangat berpotensi dalam pembangunan bidang agama khususnya dalam meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan terhadap Tuhan yang maha Esa sehingga tercipta kerukunan Umat beragama baik Intern maupun antar Umat beragama.

Lebih lanjut Gea menyampaikan sesuai dengan syarat serta Kontrak Kerja yang telah dipenuhi pada awal  Januari setelah terbitnya Surat Keputusan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau, Beliau berharap terjalin Kerjasama yang baik antara Penyuluh sebagai Patner Bimas Katolik yang melakukan Pelayanan dilapangan suara Kekatolikkan hendaknya semakin Kokoh dalam mewujudkan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Untuk itu akhir november kami tunggu Laporan bapak ibu penyuluh agar kita bisa proses semua Honor Penyuluh sebagai sedikit upah kerja bapak – Ibu sebagai penyuluh agama Non PNS yang mungkin tidak berarti apa-apa tapi setidaknya bisa menjadi sedikit sumber motivasi bapak- ibu dalam Pelayanan sebab Sumber utama dan yang terutama itu tetap berasal dari sang Pencipta tegasnya mengakhiri. Pertemuan yang diawali dan diakhiri dengan Doa akhirnya selesai pada Pukul 14.00 wib (belen/ciska/mus/ana)Â