0 menit baca 0 %

Serentak, 28 Peserta Berjuang pada Test Awal Rekrutmen Petugas Haji

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) – Kanwil Kementerian Agama melalui bidang Penyelenggara haji dan umroh di Aula lantai II pada Jum’at 28 April 2017, melaksanakan test awal calon petugas haji Tahun 2017. Test yang dilaksanakan khusus dilingkungan Kanwil Kemenag ini diikuti sebayak 28 peserta.

Pekanbaru (Inmas) – Kanwil Kementerian Agama melalui bidang Penyelenggara haji dan umroh di Aula lantai II pada Jum’at 28 April 2017, melaksanakan test awal calon petugas haji Tahun 2017. Test yang dilaksanakan khusus dilingkungan Kanwil Kemenag ini diikuti sebayak 28 peserta.

Sesuai dengan edaran Dirjen penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag RI, bahwa hari ini seluruh Indonesia serentak menggelar test awal calon petugas haji. Untuk Provinsi Riau sendiri peserta secara keseluruhan berjumlah 186 orang. Dengan rincian untuk TPHI sebanyak 97 orang peserta, 42 orang bagian TPIHI, dan untuk PPIH Arab Saudi berjumlah 47 orang. Sementara porsi yang dibutuhkan untuk Tahun 2017 sebanyak 28 orang dengan rincian TPIH 11 orang, pembimbing ibadah sebanyak 12 orang, dan PPIH sebanyak lima orang. Untuk hasil test awal ini akan diumumkan pada 4 Mei mendatang dan untuk test akhir Provinsi  insyaallah akan dilaksanakan pada tanggal 10 Mei 2017. Demikian laporan dari Kasi Pemberdayaan Haji dan Umrah mengawali acara pelaksanaan test awal petugas haji 2017.

Dalam sambutan sekaligus arahannya, Ahmad Supardi mengatakan peluang untuk menempati petugas haji tahun 2017 hanya sekitar 16 persen. “Keinginan hati saya secara pribadi para peserta test dapat lulus semua, akan tetapi pormasi tidak memungkinkan untuk hal itu”, ungkapnya mengawali sambutanKakanwil meminta melalui Kepala bidang Penyelenggara Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Riau agar dapat melakukan pemetaan, siapa yang harus kita dahulukan dan siapa yang masih bisa kita tunda dulu kelulusan sebagai petugas haji. Bila perlu diprioritaskan kepada pegawai Kemenag yang hampir pensiun juga memiliki kompetensi sebagai petugas, sebaiknya kita bantu untuk bisa berangkat, imbuhnya. Karena selama ini yang terjadi, banyak diantara pegawai kita yang sudah berkali kali berangkat sehingga rekan yang lain tidak mendapat kesempatan yang sama. “Alangkah baiknya kita dahulukan teman yang memiliki kemampuan namun belum pernah berangkat sama sekali”, pesannya menegaskan.

Menurutnya bertugas sebagai pembimbing haji benar benar membutuhkan petugas yang tidak hanya gesit dalam bekerja, namun harus memiliki kekuatan prima. Ia menghimbau agar para peserta bisa serius tapi rileks selama mengikuti test awal ini, karena dari 28 peserta test yang akan diloloskan sebagai petugas haji hanya 8 orang saja.

Sementara itu dihubungi terpisah, Kasubbag Informasi dan Humas H Darwison MA mengatakan rekrutmen haji ini terbagi dalam tiga bagian yaitu Tim Pemandu Haji Indonesia (TPIH), Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan PPIH Arab Saudi/ non kloter. Persyaratan untuk TPIH minimal berusia 25 tahun, S1 jurusan keagamaan, masa kerja 10 tahun, terdaftar sebagai pegawai Kemenag,  dan diutamakan bagi yang sudah menunaikan ibadah haji, memahami manasik haji serta memiliki kemampuan manajerial dan koordinasi kepemimpinan, ujar pria yang sudah berpengalaman sebagai ketua kloter dan Pembimbing haji tersebut. ”Untuk tahun ini saya sendiri mengikuti test bagian Tim Pembimbing Ibadah Haji Indonesia (TPIHI), dan ia berharap bisa berangkat lagi tahun ini”, lanjutnya mengungkapkan.(vera/faj)