0 menit baca 0 %

Sepak Takraw Putri Riau Dipastikan Dapat Dua Perunggu

Ringkasan: Surabaya (HUMAS)- Kontingen Riau untuk cabang olahraga Sepak Takraw putri kembali menundukkan Jawa Barat (Jabar) 2-0 pada babak penyisihan yang berlangsung di Auditorium Universitas Airlangga Surabaya, Jumat (9/7). Sebelumnya, sepak takraw double event putri juga berhasil meraih perunggu setelah men...
Surabaya (HUMAS)- Kontingen Riau untuk cabang olahraga Sepak Takraw putri kembali menundukkan Jawa Barat (Jabar) 2-0 pada babak penyisihan yang berlangsung di Auditorium Universitas Airlangga Surabaya, Jumat (9/7). Sebelumnya, sepak takraw double event putri juga berhasil meraih perunggu setelah mengalahkan Jabar 2-0, namun tim takraw doble event Riau harus berhenti disitu karena tim Jawa Timur dan Sumatera Selatan yang menjadi lawan berat unggul lebih jauh. Oficcial Sepak Takraw Riau, Yasri, usai pertandingan babak semi final mengatakan, lawah yang akan dihadapai oleh Riau setelah mengalakan Jabar adalah Jawa Timur dan Sumatera Selatan. Secara kasat mata sudah dapat dipastikan Riau akan kewalahan menghadapi dua Provinsi tersebut. "Pemain mereka seperti pemain olahraga nasional, sulit untuk dikalahkan. Sedangkan sepak takraw kita merupakan santri-santri yang baru sebulan lalu kita latih untuk dapat menjadi atlet olahraga basket," ucapnya. Yasri mengatakan, ada indikasi bahwa pemain sepak takraw yang dikirim oleh dua provinsi tersebut adalah pemain olahraga nasional, bukan anak-anak santri pondok pesantren. Karena olahraga sepak takraw masih sedikit tabu dikalangan pondok pesantren di Indonesia, jadi kemungkinan untuk tampil sebaik dan segesit seperti pemain handal bukanlah hal yang mudah. Sementara itu Sekretaris Kontingen Pospenas V Provinsi Riau Tahun 2010, Herra Firmansyah, S. Ag, Jumat (8/7) mengatakan, untuk olahraga sepak takraw putri merupakan olahraga yang baru dikalangan pondok pesantren. Begitu juga dengan Provinsi Riau, kontingen sepak takraw putri merupakan atlet dadakan yang dilatih dari dasar sejak sebulan yang lalu. "Wajar saja kalau atlet takraw putri Riau belum bisa tampil maksimal, karena memang olahraga ini masih terbilang baru bagi mereka mesti dikalangan umum olahraga ini sudah sangat dikenal. Dalam Pospenas 2010 ini hanya beberapa pondok pesantren yang mengirimkan atlet takraw putrinya, diantaranya Riau, Jawa Timur, Jawa Barat dan Sumatera Selatan, ini berarti sepak takraw yang memang gerakannya cukup keras, masih cukup tabu dikalangan pondok," ungkapnya. (msd/js)