Riau (Inmas)- Kondisi cuaca di Tanah Suci yang lebih ekstrim dari Indonesia membuat jemaah haji harus pandai menjaga kebugarannya. Seperti yang dilakukan jemaah haji embarkasi Haji Antara BTH 03 asal Inhil yang bersama-sama melakukan senam di lobi hotel di Makkah.
Tampak ratusan jemaah berkumpul di lobi hotel pada Sabtu (3/8/2019) pagi. Turut serta mendampingi para petugas kloter seperti TPHI dan TPIHI dalam barisan senam.
Dipimpin dua orang instruktur, jemaah mengikuti dengan antusias gerakan-gerakan senam tersebut. Dengan gerakan yang ringan-ringan, cukup untuk melenturkan tubuh yang kaku. Jemaah mengaku senang ikut serta dalam aktivitas tersebut, jelas dr Aulia TKHI BTH 03.
Meskipun judulnya senam peregangan, tapi lagu yang mengiringi cukup membuat jemaah yang muda dan lansia bersemangat
Gerakan para jemaah kian bersemangat kala lagu Shalawat Nariyah yang dipopulerkan Almarhum Ustadz Jefri Al Bukhari dinyanyiin untuk mengiringi senam.
Sekitar 30 menit melakukan gerakan senam yang penuh semangat namun ceria itu, tim TKHI yang terdiri dari 1 orang dokter dan dua perawat Muhammad Yusuf Komaruddin dan Desti Arisna juga melihat jemaah tampak berkeringat.
Dokter Aulia dan Desti Arisna dua TKHI perempuan dan asal Inhil yang juga memandu senam mengaku senang.
"Alhamdulillah jemaah bisa mengikuti juga senamnya. Akhirnya jemaah familiar juga dengan gerakannya. Rasanya jadi lebih sehat, bugar, lebih fresh," ujar dr Aulia kepada humas (03/08) malam.
Dokter Aulia mengatakan kegiatan tersebut penting untuk menjaga kebugaran jasmani jemaah. Serta cara mensyukuri nikmat yang diberikan oleh Allah berupa fisik yang sehat.
Selain itu, aktivitas ini penting untuk mempersiapkan jemaah melalui prosesi puncak haji pada minggu depan. "Mudah-mudahan senam yang kita lakukan bersama adalah ikhtiar dalam memelihara dan menjaga kesehatan jasmani," ujarnya.
Dijelaskannya senam peregangan untuk persendian dilakukan agar jemaah tidak mengalami pegal pegal atau nyeri pada sendi.
Terlebih lagi sebentar lagi puncak haji akan dimulai dengan wukuf di Arafah. “Saya perkuat heat stroke dan penggunaan alat pelindung diri” lanjutnya.
Ia mengaku untuk hari ini tidak ada jemaah yang harus diinfus. Begitu pula untuk batuk dan jemaah yang pilek sudah mulai berkurang. Saat ini jemaah saat memang ada yang dirawat di Rumah Sakit atas nama Sunaryo.
Dokter muda ini menyebut selama di Mekkah hanya enam orang jemaahnya yang sempat diinfus. Jemaah itu atas nama Junuihati karena lemas tidak ada nafsu makan dan batuk.
Syah Yunan sesak nafas dan nafsu makan tidak ada, Risda dengan demam dan penurunan nafsu makan, Abdul bar mengalami peningkatan kadar gula dalam darah/hyperglicemia, Maslan mengalami pever / demam, dan Rina dengan fever/demam.
“Alhamdulillah kini mereka semua sudah sehat”, jelasnya kepada humas melalui pesan WhatsApp.(vera)