ROKAN HULU (KEMENAG) Kakan Kemenag Rohul Drs H Ahmad Supardi Hasibuan MA, bersempena dengan peringatan Hari Amal Bakti O)HAB) ke 68, buka secara resmi pendidikan dan latihan (Diklat) kurikulum 2013, SEnin (17/12/2013) bertempat di Hotel Putri Bungsu, Pasir Pengaraian.
Diklat kurikulum 2013 tersebut diikuti sebanyak 160 orang guru-guru madrasah dan Pendidikan Agama Islam di Sekolah (PAIS) se Rohul. Hal ini dimaksudkan untuk memberikan bekal bagi para guru-guru, sehingga mereka dapat mengajar sesuai dengan kurikulum baru tersebut.
Ahmad Supardi Hasibuan mengingatkan, bahwa pendidikan adalah asset paling berharga dari suatu bangsa. Oleh karena itu, maka pendidikan adalah investasi masa depan, sebab masa depan suatu bangsa sangat ditentukan oleh pendidikan yang dienyam oleh anak-anak bangsanya.
Hal inilah yang tersirat dari ajaran agama Islam, dimana ayat pertama yang diperintahkan bagi Nabi Muahmmad SAW beserta umatnya adalah perintah membaca. Membaca adalah bahagian yang tidak terpisahkan dari belajar untuk mendapatkan ilmu pengetahuan.
Dalam ayat lain disebutkan, bahwa Allah SWT akan meninggikan derajat orang-orang yang beriman dan memiliki ilmu pengetahuan beberapa kali derajat dibandingkan dengan orang yang tidak berilmu pengetahuan. Kehebatan Adam as dari Malaikat adalah terletak pada penguasaan ilmu pengetahuan.
Nabi Muhammad SAW bahkan bersabda : Barang siapa yang ingin bahagian di dunia maka hendaklah menguasai ilmu pengetahuan. Barang siapa yang ingin bahagia di akhirat maka hendaklah menguasai ilmu pengetahuan. Dan barang siapa yang ingin bahagia di dunia dan akhirat secara bersamaan, maka hendaklah menguasai ilmu pengetahuan.
Ahmad Supardi lebih lanjut mengingatkan bahwa guru-guru adalah orang paling berjasa dalam mengantarkan kemajuan suatu bangsa, sebab masa depan bangsa itu akan ditentukan oleh murid-muridnya. Baik buruknya masa suatu bangsa sangat ditentukan oleh anak-anak sekolah dan madrasah sekarang.
Untuk itu, maka diharapkan para guru dan ustazd di sekolah dan madrasah serta pondok pesantren, harus memacu meningkatkan kualitas diri, baik secara formal maupun otodidak, sehingga terjadi peningkatakan kualitas secara berkesinambungan dalam pendidikan kita, pinta Ahmad Supardi.***(Ash)