?Rokan Hilir (Kemenag) - Dalam rangka memeriahkan hari jadinya yang ke 23 tahun 2025. Pemerintah Kecamatan Bangko Pusako menggelar berbagai rangkaian kegiatan termasuk lomba berzanji yang diikuti 12 kelompok utusan dari setiap Kelurahan/Kepenghuluan se-Kecamatan Bangko Pusako. Kegiatan berlangsung di halaman Kantor Camat setempat, Sabtu, (1/11/2025).
Pada rangkaian pembukaan kegiatan melibatkan ASN KUA Bangko Pusako dalam menyukseskan kegitan dimaksud. Kepala KUA, Ahmad Sugeng Riadi di dapuk menjadi pemandu doa sedangkan Penyuluh Agama Islam (PAI) Asrul Kamil, dipercaya menjadi juri pada perlombaan berzanji.
Keterlibatan Kepala KUA dan PAI merupakan bentuk sinergi antara Kementerian Agama dan Pemerintah Kecamatan dalam mendukung kegiatan keagamaan. Ahmad Sugeng Riadi memimpin doa dengan khidmat yang mengawali rangkaian acara. Doa tersebut dipanjatkan untuk kelancaran rangkaian kegiatan serta keselamatan, kemajuan, dan keberkahan Bangko Pusako.
Sementara itu, peran vital yang diemban oleh PAI bertindak sebagai juri utama. Kehadiran juri dari unsur PAI menjamin profesionalisme dan akurasi penilaian, mengingat PAI adalah tenaga ahli di bidang ilmu keagamaan.
Ahmad Sugeng Riadi, menyampaikan apresiasinya atas terselenggaranya rangkaian semarak HUT Kecamatan Bangko Pusako yang ke-23. Ia menilai kegiatan berjalan meriah dengan dibaluti nilai-nilai keagamaan. Menurutnya kegiatan seperti ini harus tetap dijaga bahkan ditingkatkan sebagai upaya menjaga dan mendukung seni budaya Islam.
"Kami sangat mengapresiasi rangkaian semarak HUT Kecamatan Bangko Pusako ke-23. Kegiatannya meriah dengan tetap mengedepankan nilai–nilai keagamaan. Tradisi seperti ini harus dijaga bahkan ditingkatkan, karena menjadi bagian dari upaya melestarikan dan mendukung seni budaya Islam di tengah masyarakat,” ujar Ahmad Sugeng Riadi.
"Sebuah kehormatan bagi kami untuk terlibat langsung dalam momen bersejarah ini. kita berharap Hari Jadi yang ke-23 ini menjadi titik tolak bagi Bangko Pusako untuk semakin maju, damai, dan masyarakatnya semakin berkah serta religius," tambahnya.
Ia juga menegaskan bahwa peran KUA bukan hanya melayani di kantor saja tetapi bersentuhan langsung ditengah masayarakat.
"KUA bukan hanya melayani urusan pernikahan, zakat, dan wakaf di kantor saja. Lebih dari itu, kami juga hadir dan bersentuhan langsung dengan masyarakat. KUA harus ikut andil dalam mensukseskan program pemerintah, termasuk kegiatan keagamaan yang memberi manfaat bagi umat. Ini bukti bahwa KUA hadir di tengah masyarakat, bukan hanya di belakang meja," tegasnya.
?Di sisi lain, Asrul Kamil mewakili dewan juri dari unsur PAI, menjelaskan tantangan dan tanggung jawabnya dalam menilai peserta lomba berzanji.
"Kami bertugas memastikan bahwa peserta tidak hanya pandai melantunkan seni, tetapi juga menjaga ketepatan makhraj dan tajwid sesuai kaidah termasuk kekompakan juga menjadi salah satu aspek penilaian kami," ujarnya.
"Keterlibatan PAI sebagai juri adalah upaya kami menjaga mutu dan orisinalitas bacaan berzanji sebagai warisan seni Islami yang patut dilestarikan di Bangko Pusako," jelas Asrul Kamil.
Asrul Kamil juga menuturkan bahwa perlombaan berzanji ini adalah kegiatan positif yang bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap seni dan tradisi Islam. (AK/Humas)