Kuansing (Kemenag) Senin, 10/11/11, Dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur an pada usia dini, para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Hulu Kuantan terus menunjukkan komitmen dan semangat tinggi dalam memberantas buta aksara Al-Qur an. Kegiatan bimbingan dilaksanakan di ruangan KUA Hulu Kuantan.
Program ini tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga para remaja dan terbuka juga untuk orang dewasa yang belum mampu membaca huruf hijaiyah. Dengan pendekatan yang santai namun penuh makna, para penyuluh berupaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur an sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.
Koordinantor penyuluh Hulu Kuantan, Yessi Gusman menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian dalam membina umat. Kami ingin Anak-anak Hulu Kuantan tidak hanya mampu membaca Al-Qur an, tetapi juga memahami maknanya. Karena dari Al-Qur anlah sumber cahaya dan petunjuk hidup, ungkapnya dengan penuh semangat.
Kepala KUA Hulu Kuantan, Imsal, turut memberikan apresiasi atas dedikasi para penyuluh. Ia menegaskan bahwa kegiatan memberantas buta aksara Al-Qur an ini sejalan dengan program Kementerian Agama dalam mewujudkan masyarakat Qur ani. Semangat para penyuluh menjadi contoh teladan. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi anak-anak untuk terus belajar sepanjang hayat, ujarnya.
Kegiatan bimbingan buta aksara Al-Qur an ini dilaksanakan setiap hari Senin, Selasa, dan Rabu, siang jm 14.00-selesai.
Dengan upaya yang konsisten ini, diharapkan ke depan semakin banyak anak-anak dan remaja Hulu Kuantan yang mampu membaca dan memahami Al-Qur an, sehingga nilai-nilai keislaman dapat tumbuh subur dalam kehidupan sehari-hari. (FDM)