0 menit baca 0 %

Semangat Tak Surut, Penyuluh Hulu Kuantan Terus Bina Generasi Muda dari Buta Aksara Al-Qur’an.

Ringkasan: Kuansing (Kemenag) Senin, 10/11/11, Dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur an pada usia dini, para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Hulu Kuantan terus menunjukkan komitmen dan semangat tinggi dalam memberantas buta aksara Al-Qur an. Kegiatan bimbingan dilaksanakan di ruangan KUA Hulu Kuanta...

Kuansing (Kemenag) — Senin, 10/11/11, Dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an pada usia dini, para Penyuluh Agama Islam Kecamatan Hulu Kuantan terus menunjukkan komitmen dan semangat tinggi dalam memberantas buta aksara Al-Qur’an. Kegiatan bimbingan dilaksanakan di ruangan KUA Hulu Kuantan.

Program ini tidak hanya menyasar anak-anak, tetapi juga para remaja dan terbuka juga untuk orang dewasa yang belum mampu membaca huruf hijaiyah. Dengan pendekatan yang santai namun penuh makna, para penyuluh berupaya menanamkan kecintaan terhadap Al-Qur’an sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan.

Koordinantor penyuluh Hulu Kuantan, Yessi Gusman menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan wujud nyata pengabdian dalam membina umat. “Kami ingin Anak-anak Hulu Kuantan tidak hanya mampu membaca Al-Qur’an, tetapi juga memahami maknanya. Karena dari Al-Qur’anlah sumber cahaya dan petunjuk hidup,” ungkapnya dengan penuh semangat.

Kepala KUA Hulu Kuantan, Imsal, turut memberikan apresiasi atas dedikasi para penyuluh. Ia menegaskan bahwa kegiatan memberantas buta aksara Al-Qur’an ini sejalan dengan program Kementerian Agama dalam mewujudkan masyarakat Qur’ani. “Semangat para penyuluh menjadi contoh teladan. Mereka bukan hanya mengajar, tetapi juga menginspirasi anak-anak untuk terus belajar sepanjang hayat,” ujarnya.

Kegiatan bimbingan buta aksara Al-Qur’an ini dilaksanakan setiap hari Senin, Selasa, dan Rabu, siang jm 14.00-selesai.

Dengan upaya yang konsisten ini, diharapkan ke depan semakin banyak anak-anak dan remaja Hulu Kuantan yang mampu membaca dan memahami Al-Qur’an, sehingga nilai-nilai keislaman dapat tumbuh subur dalam kehidupan sehari-hari. (FDM)