0 menit baca 0 %

Semangat Ribuan Santri Warnai Peringatan Hari Santri Nasional di Bangkinang Kota

Ringkasan: Bangkinang Kota (Kemenag) -- Peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten kampar berlangsung meriah pada Senin (27/10/2025) di Lapangan Pelajar. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan santri, pelajar, dan masyarakat Kampar yang antusias memeriahkan momen tahunan tersebut.

Bangkinang Kota (Kemenag) -- Peringatan Hari Santri Nasional di Kecamatan Bangkinang Kota Kabupaten kampar berlangsung meriah pada Senin (27/10/2025) di Lapangan Pelajar. Kegiatan ini diikuti oleh ribuan santri, pelajar, dan masyarakat Kampar yang antusias memeriahkan momen tahunan tersebut.

Acara dibuka dengan penampilan drumband dari siswa-siswi Madrasah Darun Nahda, yang menampilkan berbagai formasi menarik dan penuh semangat. Iringan musik yang energik dan kekompakan para peserta berhasil memukau penonton yang memadati area lapangan.

Usai penampilan drumband, kegiatan dilanjutkan dengan apel peringatan Hari Santri Nasional yang dihadiri oleh berbagai unsur pemerintah, mulai dari pejabat Kementerian Agama Kabupaten Kampar, Forkopimcam Bangkinang Kota, para pimpinan pondok pesantren, serta tokoh masyarakat dan agama.

Pada apel tersebut, Bupati Kampar Ahmad Yuzar bertindak sebagai pembina upacara, sementara Iwan dari Kementerian Agama Kabupaten Kampar dipercaya sebagai pemimpin upacara.

Dalam amanatnya, Bupati Ahmad Yuzar menyampaikan apresiasi atas semangat para santri dalam menjaga nilai-nilai keagamaan dan kebangsaan. Ia mengajak seluruh santri untuk terus berperan aktif dalam membangun daerah dan memperkuat persatuan umat.
“Santri adalah aset bangsa yang harus terus dibina. Jadilah santri yang berilmu, berakhlak, dan mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman,” ujar Bupati

Peringatan Hari Santri tahun ini mengusung tema Jihad Santri Jayakan Negeri, yang menggambarkan semangat perjuangan santri dalam mengisi kemerdekaan melalui kontribusi positif di berbagai bidang.

Acara kemudian dilanjutkan dengan penampilan seni islami, pembacaan puisi religi, dan atraksi pencak silat dari beberapa pondok pesantren di wilayah Bangkinang Kota. Suasana penuh semangat dan kekeluargaan terasa sepanjang kegiatan, menandakan bahwa semangat santri tetap hidup di tengah masyarakat.

(Bunga,Cici,Zaipul,Fatmi)