0 menit baca 0 %

Seluruh Madrasah di Kecamatan Siak Gelar Sholat Sunnah Istisqo’

Ringkasan: Siak (Inmas) - Kabut Asap yang melanda Propinsi Riau semakin meresahkan masyarakat, khususnya masyarakat di Kabupaten Siak. Walaupun tidak ada titik api di Siak, namun dampak kabut asap semakin tebal melintasi langit Siak. Proses kegiatan belajar mengajar di seluruh madrasah pun diliburkan,  padah...

Siak (Inmas) - Kabut Asap yang melanda Propinsi Riau semakin meresahkan masyarakat, khususnya masyarakat di Kabupaten Siak. Walaupun tidak ada titik api di Siak, namun dampak kabut asap semakin tebal melintasi langit Siak. Proses kegiatan belajar mengajar di seluruh madrasah pun diliburkan,  padahal sebentar lagi para siswa akan menghadapi Penilaian Tengah Semester (PTS) Ganjil TP. 2019/2020. Mengharap kabut asap hilang dan segera diturunkan hujan yang lebat, MI As Sidiqiyah, MTsN, MTs Al Fatah dan MAN Siak, berinisiatif menggelar sholat sunnah Istisqo secara besama-sama dengan seluruh guru, siswa dan orangtua murid di lapangan MTsN Siak pagi ini. Jumat, (20/9/2019). Bertindak sebagai Imam al Ustadz Ridwan Hadi Wijaya, S.Pd.I (MI As Sidiqiyah) dan selaku Khotib al Ustadz Ahmad Hilal, S.Pd (MTsN Siak).

Dikutip dari laman informasimiassiddiqiyah.blogspot.com, tampak hadir juga Kepala TU Kankemenang. Siak, Bapak Drs. H. Nursya. Dalam sambutannya beliau mengatakan, "Sholat Istisqo merupakan sholat untuk meminta hujan.  Sebagaimana kita maklumi, bahwa sudah beberapa pekan ini kabut asap melanda dan proses kegiatan belajar mengajar pun diliburkan di setiap madrasah. Semoga Allah turunkan rahmat-Nya berupa hujan yang lebat sehingga seluruh siswa dapat kembali mengejar ilmu pengetahuan." Doa beliau.

Pelaksanaan sholat istisqo dimulai pukul 08.00 pagi. Diawali dengan zikrul istighfar sebanyak-banyaknya.  Mulai pukul 07.30 para jamaah sudah berkumpul dan kalimat istighfar menggema senantiasa membasahi bibir para jamaah. Mereka tertunduk dengam penuh khusyuk dan tawadhu’ mengharap kabut asap hilang dan segera diturunkan hujan.

Alustadz Ahmad Hilal, S.Pd  dalam khutbahnya, beliau berpesan, "Tidak ada yang menjalankan angin berhembus, dan turunnya hujan, kecuali dengan kekuasaan Allah SWT.  Mari kita bermuhasabah, Tidak perlu kita saling menyalahkan. Bencana kabut asap yang melanda dan tidak kunjung diturunkannya hujan dikarenakan dosa-dosa yang kita perbuat. Bisa jadi,  dosa kecil yang kita lakukan itu menjadi sebab utama penghalang turunnya hujan". Pesan beliau.

Beliau juga mengingatkan dan mengajak para suami, dan isteri, para guru dan siswa untuk memohon ampunan, bertaubat kepada Allah dengan sebenar-benarnya taubat. Dengan ketulusan hati hanya mengharap ridho Allah semata, pasti Allah akan turunkan hujan. Setelah khutbah, seluruh jamaah saling salam salaman, saling maaf memaafkan dari segala dosa, khilaf dan salah. Subhaanallah, sungguh mengharukan pertemuan ini. Semoga Allah swt mengijabah dan mengkakabulkan segala pinta, dan doa kita, asap pun segera  hilang dan diturunkan hujan yang lebat sehingga proses kegiatan belajar mengajar bisa berjalan dengan normal kembali. (Hd/Ridwan)