Seluruh JCH Riau Sudah Berada di Makkah
Ringkasan:
Makkah (Humas)- Suluruh Jamaah Calon Haji (JCH) Riau sudah berada di Makkah sejak Rabu (3/11) kemarin. Saat ini total JCH Riau termasuk petugas kloter dan non kloter yang sudah berada di Makkah sebanyak 5. 135 orang, dengan rincian 5.076 jamaah dan 59 petugas kloter.
Makkah (Humas)- Suluruh Jamaah Calon Haji (JCH) Riau sudah berada di Makkah sejak Rabu (3/11) kemarin. Saat ini total JCH Riau termasuk petugas kloter dan non kloter yang sudah berada di Makkah sebanyak 5. 135 orang, dengan rincian 5.076 jamaah dan 59 petugas kloter. Dari jumlah tersebut jamaah jamaah wanita lebih banyak dibandingkan jamaah pria, yaitu 2.835 jamaah wanita dan 2.302 pria. Selain itu, parca pemberangkatan JCH Riau 14 Oktober hingga saat ini, jamaah yang wafat sebanyak dua orang, yaitu Hadi Bin Soi (73th) asal Kampar dan A Datuk Parmata Kayo Bin Rivai (48th) asal Rokan Hilir (Rohil).
PGS Kabid Haji, Zakat dan Wakaf Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Riau, Drs H Mahyuddin MA, Kamis (4/11) mengatakan, secara keseluruhan proses pemberangkatan JCH Riau dari daerah ke Embarkasi dan Tanah Suci Makkah dan Madinah berjalan lancar.
"Ada beberapa permasalahan tapi dapat diatasi yaitu beberapa kali delay dan ini merupakan kesalahan dari pihak penerbangan, kemudian kasus kehilangan koper JCH Riau sebanyak 19 orang ini juga sudah selesai dengan adanya ganti rugi dan ditemukannya kembali tas yang hilang. Terhadap kasus adanya JCH yang tidak terdekteksi hamil hingga sampai di Embarkasi, akan kita telusuri dan evaluasi di Kanwil Kemenag Riau dan Ka Kankemenag kabupaten dan kota," jelas Mahyudin terkait permasalahan yang terjadi dari proses pemberangkatan JCH.
Mahyuddin menambahkan, berdasarkan informasi dari ketua kloter masing-masing, semua JCH Riau yaitu kloter 3 Embarkasi Batam hingga kloter 13, dan Kloter 17 sudah berada di Makkah untuk menjalankan rangkaian ibadah, seperti umrah dan ziarah ketempat-tempat bersejarah lainnya.
"Kondisi cuaca di Makkah saat ini memasuki musim dingin dan musim hujan, untuk itu kita minta jamaah untuk tidak memporsir staminanya untuk melakukan kegiatan di luar ruangan, karena puncak musim haji tinggal dua minggu lagi atau pada tanggal 8 Dzulhijjah 1341 H atau 15 November 2010. Dimana saat menjalankan ibadah di Muzdalifah dan Arah jamaah hanya menginap di tenda-tenda, jadi kondisi kesehatan harus benar-benar diperhatikan agar pada puncak pelaksanaan haji kondisi jamaah tetap fit," himbaunya. (msd)