Jepara (Inmas) - Rangkaian gelaran Musabaqah Qiraatil Kutub Nasional ke VI di Jepara Jawa Tengah berlangsung dari tanggal 23 desember s.d 07 Desember 2017.MQK nasional yang diikuti oleh seluruh provinsi ini dipadati ribuan santri dengan beragam culture.
Sekretariat lembaga MQKN mengatakan setiap jenis perlombaan dipusatkan di sekitar lokasi pondok pesantren Roudlotul Mubtadiin Balekambang Jepara. Hal ini sangat memudahkan para pendamping dan santri untuk berkunjung dari gedung satu ke gedung yang lain.
Belum lagi suasana asri dan bersih yang memanjakan mata para kafilah, semakin menambah semangat santri dalam berlomba. Jarak antara gedung satu dan lainnya hanya beberapa meter saja, sehingga mempermudah panitia untuk saling berkoordinasi.
Menurut Kasi Pd Pontren Dr Muhammad Fakhri pelaksanaan seluruh cabang lomba yang dipusatkan pada satu lokasi dengan suasana alam terbuka itu sangat berdampak kepada beberapa hal diantaranya : Pertama, akan memudahkan santri dan pendamping setiap kafilah dalam berkoordinasi satu sama lain, sesuai dengan spesisfikasi keilmuannya, kedua secara ekonomi, otomatis akan tercipta efisisensi artinya terjadi penghematan secara financial. Ketiga, seluruh santri, pendamping, panitia, seluruh cabang bisa terfokus dan menikmati seluruh perlombaan, artinya efektifitas dan efisiensi bisa berjalan dengan baik, ucapnya.
Selain itu, ia melihat saat ini keterlibatan pemprov dalam mendukung pengembangan agama dan keagamaan melalui kegiatan MQK sudah tampak. Dibuktikan dengan diturunkannya langsung dua orang perwakilan pejabat pemprov ke lokasi perlombaan hari ini, tandas Fakhri.
Semoga kedepan bisa lebih bagus lagi baik itu sinergitas Kemenag dengan pemprov setempat maupun pelayanan kemenag terhadap santri dan guru guru pondok dan pimpes, harapnya.
"Jika setiap kegiatan yang terkait dengan pembangunan agama dan keagamaan dikeroyok Kemenag dan pemprov secara bersamaan, karena kita punya banyak bibit santri berpotensi dan mumpuni dalam kitab kuning, ia mengaku optimis Riau bisa bicara dikancah nasional maupun internasional, bahkan bukan tak mungkin terwujud masyarakat yang relligius di Provinsi Riau", ucapnya mengakhiri bincang.(vera)