0 menit baca 0 %

Seleksi Jambore Pasraman mampu tingkatkan kreatifitas anak

Ringkasan: Pekanbaru (Inmas) Bertempat di Hotel Winstar,Jl. M.Ali No. 118 Pekanbaru, Bimas Hindu menggelar acara Seleksi Jambore Pasraman se-Provinsi Riau dengan mengangkat tema  melalui seleksi Jambore Pasraman kita tingkatkan daya kreatifitas anak dalam pendidikan Pasraman di Provinsi Riau yang dibuka Oleh...

Pekanbaru – (Inmas) Bertempat di Hotel Winstar,Jl. M.Ali No. 118 Pekanbaru, Bimas Hindu menggelar acara Seleksi Jambore Pasraman se-Provinsi Riau dengan mengangkat tema  melalui seleksi Jambore Pasraman kita tingkatkan daya kreatifitas anak dalam pendidikan Pasraman di Provinsi Riau yang dibuka Oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Riau melalui Pembimbing Masyarakat Hindu, Nengah Sujati, S.Ag.didampingi Ketua PHDI Kota Pekanbaru, I Ketut Sukawinasa dan Ketua WHDI Kota Pekanbaru, Yunis Ekawati pada Jumat, 11 Agustus 2017.

“Jambore Pasraman merupakan wahana bagi generasi muda Hindu untuk memupuk rasa cinta tanah air sekaligus membangun kebhinekaan Nusa dan bangsa” papar Nengah membuka sambutannya. Ada beberapa perlombaan yang akan kita laksanakan secara bersamaan selama tiga hari ini, untuk itu keseriusan dan keligatan sangat diperlukan, jangan sampai kita dilewatkan karena kesalahan kita sendiri.

Nengah berharap melalui Jambore Pasraman daya Kreatifitas anak semakin terlatih dan berimajinatif agar dapat dikembangkan dan didayagunakan dalam pendidikan Pasraman di Provinsi Riau ini.

Kawit S.Ag selaku ketua Panitia menyampaikan seleksi Jambore diperuntukkan kepada anak tingkat Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama dan Sekolah menengah Atas yang berjumlah 50 Orang, dengan memperlombakan beberapa kegiatan seperti Matram Tri Sandya, Kamaning Sembah, Pelafalan Doa sehari-hari, Lagu Kreasi Keagamaan, Puisi Keagamaan, cirita Keagaman Hindu, Yoga Asana dan Outbond.

Lebih Lanjut Kawit menambahkan acara Fullboard yang berlangsung selama 3 hari ini mengundang 12 orang juri Profesional di bidang pendidikan keagamaan Hindu,yang secara ketat akan terus mengawasi dan menilai para peserta sampai akhirnya nanti akan mendapatkan pemenang yang benar-benar siap dihunjuk ke event nasional tahun 2018. Ada pun metode yang digunakan adalah ceramah, tanya jawab dan diskusi.

Acara yang berlangsung dari tanggal 11 s.d 13 Agustus 2017 dibebankan pada Dipa Kanwil Kementerian Agama Provinsi Riau Nomor Dipa : 025.07.2 418116/2017 tanggal 07 Desember 2016 paparnya mengakhiri. (belen)