0 menit baca 0 %

Selama Ramadhan, Kemenag Kampar Gelar Sentuhan Rohani Siang

Ringkasan: Kampar (Humas) – Selama Bulan suci Ramadhan 1436 H / 2015 M, Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, kembali mengadakan acara Santapan Rohani Siang / tausiyah singkat selepas Sholat Zuhur (Ba’da Zuhur) di Musholla Miftahul ‘Ilmi Kantor Kementerian Agama Kab.

Kampar (Humas) – Selama Bulan suci Ramadhan 1436 H / 2015 M, Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar, kembali mengadakan acara Santapan Rohani Siang / tausiyah singkat selepas Sholat Zuhur (Ba’da Zuhur) di Musholla Miftahul ‘Ilmi Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar. Demikian disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar  H Fairus didampingi Humas Kemenag Kampar Gustika Rahman hari Rabu (24/06).

Fairus mengatakan, Santapan Rohani Siang / tausiyah singkat selepas Sholat Zuhur ini diselenggarakan untuk mengisi atau menyirami rohani-rohani para pegawai di Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar agar semakin dekat dan cinta kepada Allah SWT.

Lebih lanjut Fairus mengatakan, kalaulah kita sudah dekat dan cinta kepada Allah SWT, tentunya segala apa yang diperintahkan oleh AllahSWT akan terasa ringan kita kerjakan. Dan sebaliknya segala apa yang dilarang Allah SWT, tentunya akan ikhlas kita jauhi dan kita tinggalkan.

Mudah-mudahan, dengan diadakannya kegiatan ini kiranya dapat menambah wawasan ilmu pengetahuan para Pegawai khususnya Pegawai di Kantor Kementerian Agama Kab. Kampar untuk selalu bertaqwa kepada Allah SWT, sehingga puasa yang ditunaikan di bulan yang mulia ini adalah puasa-puasa yang berkualitas, pungkas Fairus.

Sementara itu Abuya Nursal  dalam tausiyahnya yang berjudul “ Puasa dan pengendalian diri”, mengatakan bahwasanya puasa yang kita laksanakan saat ini bukan hanya menahan rasa lapar dan haus saja, melainkan juga menahan hawa nafsu negatif lainnya, seperti menahan syahwat, menahan amarah, dan lain sebagainya.

Oleh karena itu mari kita kendalikan diri kita agar selalu bersikap dan bertindak sesuai dengan apa yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Hal ini harus menjadi perhatian kita bersama, agar puasa yang kita kerjakan adalah puasa yang mendapat ganjaran pahala oleh Allah Swt, bukan puasa yang mendapatkan haus dan lapar saja, tegas Nursal. (Ags)

 

(edit:vera)