0 menit baca 0 %

Selama 14 hari kedepan Tim Itjen Kemenag RI lakukan audit kinerja program BOS TA 2017 madrasah dan PPS di lingkungan Kankemenag Rohil

Ringkasan: Rokan Hilir (Inmas)- Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) berkunjung ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir dalam rangka pelaksanaan audit kinerja program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2017 pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasa...

Rokan Hilir (Inmas)- Inspektorat Jenderal (Itjen) Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) berkunjung ke Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir dalam rangka pelaksanaan audit kinerja program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Tahun Anggaran 2017 pada Madrasah Ibtidaiyah (MI), Madrasah Tsanawiyah (MTs), Madrasah Aliyah (MA) dan Pondok Pesantren Salafiyah (PPS).

Tim Itjen Kemenag RI diterima oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir H. Agustiar didampingi Kasubbag Tata Usaha Drs. H. Sakolan, serta Kasi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam (Pakis) H. Suhaimi di Aula kantor Kemenag Rohil, Senin (21/5/2018). Hadir juga 10 Kepala dan bendahara madrasah dan pondok pesantren yang akan di audit.

Sesuai dengan Surat Tugas yang diserahkan kepada Kakan Kemenag Rohil, Tim Audit Kinrja Itjen Kemenag RI berjumlah 6 orang dengan penangggung jawab Hilmi Muhammadiyah, Pengendali teknis Dwi Cahyaning Tiasworo, Ketua Tim Siti Nurlaili Hamidah dan anggota Kuntoaji Hari Perdani, Angga Munggara Harisman serta Eka Widyaningtias. Hanya 5 orang tim yang hadir berkunjung di Kantor Kemenag Rohil. Tim ini akan melaksanakan kegiatan audit kinerja program BOS pada Madrasah TA 2017 di MI, MTs, MA dan PPS dari tanggal 21 Mei s.d 1 Juni 2018.

Kakan Kemenag Rohil H. Agustiar  menyambut baik kedatangan Tim Itjen Kemenag RI yang akan mengaudit penggunaan dana BOS madrasah. “selamat datang di Kantor Kemenag Rohil, mudah-maudahan silaturrahmi ini meemberi manfaat bagi kita semua,” ucap H. Agustiar.

H. Agustiar memperkenalkan satu persatu Kepala madrasah dan pimpinan Pondok Pesantren Salafiyah. Hj. Maspura, S.Ag Kepala MIN 1 Rohil, Kepala MTs N 1 Rohil Hasbullah, S.Ag, Kepala MAN 1 Rohil Dra. Hj. Rahmawati, M.Pd.I, Kepala MIS Hubbul Wathan Renu Irmawati, S.Pd.I, Kepala MIS Almuhajirin, Sukaiman, S.Pd.I, Kepala MTs S H. Ujang Khalijah Suriah, M.Pd, Kepala MTs S Alhidayah Surya Subekti, SE, Kepala MAS Alusmaniyah Linda wati, S.Ag, Pimpinan PPS Alasasiyah Ist. Ibrahim Ahmad, S.Pd.I dan PPS Bidayatul Hidayah Ust. Muhammad Hasanudfin, S.HI.

Selanjutnya H. Agustiar juga mengingatkan kepada Bapak Ibu Kepala madrasah bahwa sebulan yang lalu telah diberi tahu akan adanya audit dari Itjen Kemenag RI. “jauh hari sudah kami informasikan, agar madrasah menyiapkan dokumen pelaporan penggunaan dana BOS,” ungkapnya.

Akhirnya Kakan Kemenag mengajak bersyukur atas kehadiran tim auditor ini "Mari bersyukur kepada Allah SWT atas kehadiran tim pemeriksa. Insya Allah yakinlah tidak ada masalah, kecuali kita sendiri yang akan timbulkan masalah,” tandasnya.

Pengendali teknis Dwi Cahyaning Tiasworo dalam sambutannya membeberkan kiat-kiat dalam menghadapi audit dari tim auditor. "Audit Kinerja Program Bantuan Dana BOS tahun anggaran 2017 ini bertujuan untuk menilai sejauh mana keberhasilan program bantuan Dana Bos di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir,” tuturnya.

Disampaikan juga bahwa Audit bukanlah sesuatu yang harus ditakuti, karena pada intinya jika pelaporan dari semua kegiatan yang menyangkut penggunaan Dana Bantuan Operasional sekolah (BOS) sesuai dengan prosedur atau Juknis yang berlaku disertai bukti bukti realisasi yang lengkap baik administrasi maupun dokumentasi serta fisik maka audit/ pemeriksaan Insya Allah dapat berjalan lancar serta tidak ada temuan yang begitu mencolok. "Semua berkas yang berhubungan dengan Program Dana Bos supaya disiapkan diatas meja, jangan nanti diminta oleh pemeriksa baru dicari,” Sarannya.

Lebih lanjaut Dwi menjelaskan bahwa Kitab Sucinya Auditor itu adalah Juknis, jadi semua laporan pertanggung jawaban hendaknya berdasarkan juknis yang ada dan pemeriksaan bukanlah berdasarkan besar atau kecilnya anggaran yang dikelola tetapi bagaimana managemen pengelolaan anggaran itu di Madrasah/Pontren,” tambahnya.