Siak (Inmas) - Hampir semua bangunan di Rutan Klas IIB Siak, Sabtu (11/5/19) kemarin, rata dengan rata. Pasca terjadi kerusuhan dan pembakaran Rutan yang dilakukan warga binaan, usai bentrok dengan petugas sipir. Tak terlepas, Mushalla yang ada di dalam Rutan itu pun hangus terbakar. Hanya tersisa tiang-tiang yang terdiri rapuh menunggu roboh.
Mushalla itu digunakan napi yang beragama Islam dan pegawai sipir untuk melakukan ibadah shalat dan aktivitas keagamaan lainnya. Kini hanya puing-puing yang tersisa, tidak ada satupun yang bisa diselamatkan. Sejauh ini, pasca kerusuhan dan kemudian terjadinya kebakaran Rutan Klas IIB Siak oleh warga binaan, kondisi Rutan saat ini sudah tidak layak huni, karena hampir separuh bangunan rata dengan tanah. Musholla yang biasanya digunakan secara rutin oleh Penyuluh Agama Islam dari KUA Kecamatan Siak untuk membimbing warga binaan itu kini tinggal puing.
Sebagaimana dilansir oleh Riaubook.com, Napi berjumlah 648 mulai siang kemarin sudah mulai di evakuasi menggunakan bus untuk diberangkatkan di sejumlah daerah seperti, di Lapas Bangkinang, Pekanbaru, Lapas Bengkalis dan Rutan Dumai. Punya kerusuhan diduga karena adanya prilaku yang tidak layak yang dilakukan petugas sipir ke penghuni Rutan, sehingga memicu kemarahan napi, sehingga terjadi kerusuhan dan puncaknya terjadi pembakaran Rutan Klas IIB Siak oleh napi.
Saat ini, pihak kepolisian telah memeriksa 6 napi, yang diduga sebagai dalam kerusuhan dan pembakaran, mereka akan dikenakan 2 perkara, yakni perkara penganiyaan dan penembakan. Pasalnya saat rusuh, terdengar suara senjata api dari dalam Rutan. Diduga senjata api tersebut diambil napi dari petugaa Rutan.
Selain itu, salah satu perwira polisi, yakni Kasat Narkoba Polres Siak AKP Jailani tertembak saat melakukan pengamanan terhadap kerusuhan yang terjadi di Rutan Klas IIB Siak dinihari itu, ia dilarikan ke rumah sakit umum daerah Siak, dan kemarin sudah dilakukan operasi untuk mengeluarkan proyektil yang bersarang di lengannya AKP Jailani. (Hd)