Rokan Hilir (inmas)- Menjelang pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), Ujian Akhir Madrasah Berstandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK) dan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) tahun ajaran 2017/2018. Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kabupaten Rokan Hilir, melaksanakan sosialisasi kepada calon-calon proktor tingkat Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) dari 4 kecamatan, yaitu Kec. Tanah Putih, Tanah Putih Tanjung Melawan, Rimba Melintang dan Rantau Kopar bertempat di Aula MTs Negeri 1 Rokan Hilir, pada Selasa (25/9/18).
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir H. Agustiar melalui Kasi Pendidikan Madrasah, Drs. H. Naini, M.Pd.I, saat membuka acara tersebut mengatakan, acara ini merupakan pembekalan bagi calon-calon proktor madrasah yang akan melaksanakan UNBK dan UAMBN-BK.
“dalam pelaksanaan UNBK/UAMBN-BK di Madrasah sebagai orang yang bertanggung jawab dalam mempersiapkan perangkat adalah proktor,” katanya.
Beliau juga menjelaskan, tim sosialisasi UANBK/UAMBN-BK yang telah dibentuk terdiri dari proktor-proktor madrasah yang sudah melaksanakan UNBK dan UAMBN-BK. “sengaja ini di lakukan, untuk memberdayakan yang ada, berbagi dengan madrasah yang lain, efesiensi biaya dan yang tak kalah pentingnya mereka benar benar memahami,” ungkapnya.
Lanjut Kasi, kendala yang ditemukan di lapangan seperti Sarana dan Prasarana (Sarpras) misalnya server, tempat, maupun yang lainnya. Pasalnya, piranti komputer yang dibutuhkan harus tersedia untuk memenuhi jalannya ujian berbasis komputer ini dan madrasah madrasah masih banyak yang belum mempunyai kemampuan untuk pengadaan barangnya.
Lanjut Kasi, dari data TP. 2016/2017 MTs yang melaksanakan ujian berbasis komputer hanya 3 madrasah sedangakan MA 4 madrasah. “mudah mudahan dengan sosialisasi ini dan karena tidak ada lagi pilihan ujian berbasis kertas dan pensil, dengan segenap keterbatasan yang ada semua bisa melaksanakan ujian berbasi komputer di tahun pelajaran ini,” tegasnya.
Usai pembukaan acara, Kasi Penmad, Kepala MTs N 1 Rohil Hasbullah, S.Ag dan Inmas Kemenag Rohil, berbincang seputar SIEKA (Sistym Informasi Elektronik Kinerja ASN). “Alhamdulillah kami, di Kantor Kemenag Rohil tengah disibukkan dengan pengerjaan SIEKA, terutama Seksi yang saya pimpin,” ungkap H. Nai.
SIEKA pada dasarnya sebuah aplikasi online yang terhubung langsung ke pusat sebagai aplikasi bagi ASN dalam mempertanggungjawabkan kinerjana, baik tahunan, bulanan maupun harian.
“aplikasi ini bisa dikatakan sebagai pengganti laporan kinarja tahunan, bulanan (LKB) dan harian (LCKH) yang selama ini dikerjalan secara manual,” ungkap Kasi Penmad menjawab pertanyaan Hasbullah.
Sementara itu, Dalam ruangan sosialisasi tengah berlangsung penyampaian materi oleh narasumber, Abdurrouf, S.Pd.I, salah satu tim sosialisasi yang diberi tugas pada saat itu.
Ia menjelaskan bahwa, UN adalah penilaian hasil belajar oleh pemerintah, yang bertujuan untuk menilai pencapaian kompetensi lulusan secara nasional pada mata pelajaran tertentu, dalam kelompok ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dalam Peraturan Pemerintah (Permen) 19 pasal 68, tambah Abdurrouf, pemanfaatan Ujian Nasional adalah, pemetaan mutu program satuan pendidikan secara nasional, sebagai seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya.
Pada kesempatan itu juga, Narsum menjelaskan perbandingan ujian nasional berbasis komputer dan berbasis kertas dan pensil.
Dikatakannya bahwa ujian berbasis kertas dan pensil; 1. Bentuk soalnya hanya multiple choices, 2. Logistik naskah ujian dikelola sangat besar, 3. Pencetakan bahan ujian, 4. Didistribusikan keseluruh satuan pendidikan, 5. Mobilisasi SDM, 6. Rentan terjadinya kecurangan, 7. Tidak meratanya pemetaan, 8. Anggaran biaya besar setiap pelaksanaan, 9. Tertinggal jauh dengan negara lain, 10. Kurangnya fokus siswa saat ujian.
Sedangkat ujian berbasis komputer Abdurrouf menjelaskan; 1. Meningkatkan mutu, 2. Efesiensi tenaga dan biaya, 3. Efektivitas penilaian pendidikan secara nasional (pemetaan merata), 4. Pemenfaatan teknologi informasi, 5. Minimnya kecurangan, 6. Biaya awal besar, namun jauh lebih murah untuk kelanjutannya, 7. Usaha mengimbangi kemajuan negara lain, 8. Termobilisasinya SDM, 9. Siswa lebih fokus saat ujian berbasis komputer.
“jika kita bandingkan, jelas Computerized Based Test (CBT) lebih menguntungkan dari pada Paper Based Test (PBT),” ungkapnya. (Nsh)