Rokan Hilir (inmas)- Hari ini, Senin (20/8), bertempat di Aula lantai II, Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir melalui Seksi Pendidikan Madrasah (Penmad) menggelar rapat koordinasi dan evaluasi pelaporan dana BOS madrasah tahap I (Januari – Juni) dan pengajuan proposal BOS tahap II (Juli – Desember) tahun 2018 serta hal hal yang dianggap perlu.
Acara diikuti oleh seluruh Ketua Kelompok Kerja Madrasah (KKM) MI, MTs dan MA di lingkungan Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir dan sebagian guru, kurang lebih 50 orang. Pada kesempatan itu Kakan Kemenag Rohil H. Agustiar menyampaikan sekapur sirihnya setelah acara diawali oleh Kasi Penmad H. Naini sebagai pengantar acara.
Dalam sambutannya Kakan Kemenag Rohil menjelaskan bahwa dana BOS MI/MTs/MA tahap I (Januari – Juni) sudah diterima oleh masing masing madrasah. “gunakan dana itu dengan sebaik baiknya, seauai dengan petunjuk penggunaan, karena satu saat akan diminta pertanggungjawabannya melaluai audit, baik audit BPK maupun Irjen Kemenag RI,” tandasnya.
Selanjutnya, H. Agustiar menagih SPJ BOS tahap I, dengan menyebutkan madrasah madrasah yang belum mengantar SPJnya. Beliau, dalam setiap pertemuan dengan kepala kepala madrasah selalu mengingatkan hal tersebut. Wajar dalam pertemuan yang sudah memasuki proses BOS tahap II masih ada madrasah yang belum membuat SPJ beliau agak merasa kesal. “madrasah yang belum membuat SPJ BOS tahap I, bisa menghambat proses pencairan tahap II, akhirnya banyak madrasah yang dirugikan, karena nila setitik rusak susu sebelanga,” ungkapnya dengan nada agak kesal.
Di sesi akhir sambutannya H. Agustiar menanyakan jiga kepada ketua ketua KKM pengajuan proposal dana BOS tahap II. Sama halnya SPJ BOS tahap I, masih ada beberapa madrasah yang belum mengantarkan proposal dana BOS. “kami dari Kemenag Rohil ingin cepat dalam memproses setiap hak hak madrasah atau guru, namun kendala lambatnya justru muncul dari madrasah atau guru itu sendiri,” ujarnya.
“Untuk itu saya mengingatkan kepada madrasah dengan dana BOSnya dan guru dengan TPGnya agar disiplin diri, supaya segalanya lancar,” H. Agustiar mengingatkan.
Usai menyampaikan arahan Kakan Kemenag permisi meninggalkan ruang rapat karena masih ada kepentingan yang lain dan acara dilanjutkan oleh Kasi Penmad Drs. H. Naini M.Pd.I. Pada kesempatan itu Kasi Penmad membicarakan tentang persiapan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) dan Ujian Akhir Madrasah Bersetandar Nasional Berbasis Komputer (UAMBN-BK). “tahun 2017 yang lalu madrasah yang melaksanakan UNBK, MTs 3 madrasah dan MA 4 madrasah,” katanya.
Mulai tahun ini Kanwil Kemenag Riau mennekankan kepada MTs/MA disamping melaksanakan UNBK juga melaksanakan UAMBN-BK. Namun karena soal kemampuan madrasah yang masih banyak belum mempunyai fasilitas komputer atau laptop, maka pada kesempatan itu Kasi Penmad mencoba menginventarisir MTs/MA yang siap melaksanakan UNBK/UAMBN-BK.
Rapat ditutup dengan menyaksikan pemutaran film yang mengisahkan perjuangan seorang anak yang hidup susah namun gigih dalam mengejar cita citanya dengan terus berjuang tidak putus dalam pendidikannya. Film itu berjudul “SELEMBAR ITU BERARTI”. Dan rencananya film itu akan diputar di madrasah madrasah. “Namun sebelum dipertontonkan kepada para siswa terlebih dahulu diketahui oleh para kepala madrasah dan majelis guru, hawatir dalam film itu ada adegan adegan yang tidak pantas ditonton anak didik,” pungkas H. Naini. (Nsh)