0 menit baca 0 %

Seksi Pendis Kankemenag Siak Ikuti Rapat Koordinasi PIP PPS 2018 di Pekanbaru

Ringkasan: Siak (Inmas) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak mengutus tiga orang peserta untuk mengikuti Rapat Koordinasi PIP PPS 2018 yang ditaja oleh Kantor Wilayah Kemenag Riau melalui Seksi Pondok Pesantren Bidang Pakis yang dipusatkan pelaksanaannya di Hotel Camabaio yang berlokasi di Jalan Tuanku Tamb...

Siak (Inmas) – Kantor Kementerian Agama Kabupaten Siak mengutus tiga orang peserta untuk mengikuti Rapat Koordinasi PIP PPS 2018 yang ditaja oleh Kantor Wilayah Kemenag Riau melalui Seksi Pondok Pesantren Bidang Pakis yang dipusatkan pelaksanaannya di Hotel Camabaio yang berlokasi di Jalan Tuanku Tambusai Pekanbaru, Selasa (27/03/18).

Adapun peserta yang menjadi utusan Kankemenag Siak tersebut adalah, Kepala Seksi Pendis Kankemenag Siak, Resman Junaidi, S.HI, Staf Pendis Kankemenag Siak, Ihsan Taufiqi, S.Sy dan Najib Muyassir yang merupakan operator PIP Pondok Pesantren Modern Darussalam Gontor 14 Sungai Mandau, Siak.

Drs. H. Ahmad Supardi, MA selaku Kakanwil Kemenag Riau membuka langsung kegiatan yang diikuti oleh 40 peserta yang terdiri dari para Kasi Kemenag Kab/Kota, Operator pada masing masing unit, dan sejumlah Kasi di lingkungan Kanwil Kemenag Riau tersebut. Dalam sambutannya, Kakanwil Kemenag Riau tersebut menekankan tiga hal penting. Pertama, agar seluruh operator dan masing masing yang terlibat dalam menghimpun data santri untuk melakukan pengecekan data secara akurat, karena PIP dikelola secara nasional di Jakarta, bukan pihak wilayah lagi yang menentukan. Kedua, ini merupakan bagian dan peran yang bisa dilakukan dan diberikan pemerintah melalui Kemenag sebagai lembaga yang memayungi pondok selama ini. Ketiga, hendaknya bantuan itu tepat sasaran dan ini harus bisa dilaksanakan secara optimal.

Sementara itu, Kasi Pondok Pesantren, DR. H.M. Fakhri, MA menjelaskan bahwa kegiatan rakor merupakan sebagai starting awal untuk mengkongkritkan tentang bantuan Program Indonesia Pintar khusus di Pondok Pesantren Salafiyah. Ia juga menyebutkan kegiatan itu bertujuan untuk mengsinkronisasikan data PIP dan memberikan pemahaman tentang manfaat PIP bagi Ponpes. Ini merupakan komitmen pemerintah di bidang pendidikan dalam mewujudkan pendidikan tanpa diskriminasi. (Hd)