Dumai (Inmas) - Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. H. Syafwan bersama Kepala Seksi Pendidikan Islam Kantor Kementerian Agama Kota Dumai Drs. Sarifuddin mengelar Rapat Koordinasi Seksi Pendidikan Islam dengan Kepala RA/Madrasah, terkait Perkembangan COVID-19 dan Isu-isu Aktual Pendidikan. Rakor dilaksanakan pada hari Senin, 13 April 2020 pukul 10.00 WIB di tempat masing-masing peserta rakor secara daring/online, dengan menggunakan Aplikasi ZOOM. Dalam Rapat Koordinasi tersebut, Kakan Kemenag Dumai Drs. H. Syafwan memberikan sambutan dan arahan, dengan diawali pembukaan oleh Kasi Pendis Kankemenag Dumai Drs. Sarifuddin dan diikuti seluruh Ka. Raudlatul Athfal se-Kota Dumai serta Ka. Madrasah Swasta se-Kota Dumai.
"Sesuai hasil rapat bersama para pejabat Kankemenag Kota Dumai bahwa untuk sistem kerja WFH diperpanjang hingga 21 April. Untuk itu kepada semua staf dan pengawas agar tetap melaksanakan tugas dari rumah sambil menunggu instruksi selanjutnya jika ada perubahan dan tetap waspada dengan menjaga Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) selama masa WFH. Laporan kinerja harian juga tetap dibuat seperti biasanya dan dikirim langsung ke Kasi Pendis. Untuk absensi seperti sebelumnya tetap dilakukan sebagaimana instruksi Kepala kantor melalui bagian kepegawaian," tukas H. Syafwan dalam arahannya.
Pembahasan dilanjutkan dengan topik antara lain adalah, terkait pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG), PBDB, insentif guru madrasah, absensi guru PAI dan RA/Madrasah serta updating data EMIS. Masing-masing staf dan pengawas lalu memberikan laporan hasil kerja selama masa WFH sesuai tupoksi yang sudah diinstruksikan. Laporannya antara lain berkaitan dengan SKMT guru penerima TPG, proses verifikasi guru penerima insentif, proses pencairan TPG guru, kelengkapan berkas guru penerima TPG dan updating data EMIS dan SIAGA.
Terkait updating data, Drs. Sarifuddin menginstruksikan agar prosesnya terus dipantau baik di aplikasi EMIS maupun SIAGA untuk menjaga jangan sampai ada guru yang tidak melakukan update datanya. Begitupun dengan data siswa penerima BOS/BOP yang kurang untuk segera diingatkan madrasahnya berikut data gurunya. Usai mendengar laporan dan memberikan instruksi, rapat koordinasi ditutup dengan pesan untuk tetap menjaga koordinasi dan komunikasi selama masa WFH berlangsung. (Arief)