Rokan Hilir (inmas) – Bertempat di Hotel Mahera Bagansiapiapi, Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir melalui Seksi Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam menyelenggarakan kegiatan pembinaan dan informasi penyelenggara pendidikan agama dan keagamaan Islam, Senin (17/7/2017).
Hadir pada acara tersebut Kepala Kankemenag Rokan Hilir H. Agustiar, Kasi Pakis H. Suhaimi, Kasubbag TU H. Sakolan, humas, panitia dan seluruh peserta kegiatan yang berjumlah 20 orang.
Acara dibuka secara resmi oleh Kepala Kankemenag Rokan Hilir H. Agustiar. Diawali dengan membaca basmallah Kakan Kemenag Rohil menyampaikan arahan kepada seluruh peserta yang hadir terkait kebijakan Kementerian Agama tentang Pondok Pesantren (Pontren), Madrasah Diniyah Takmiliyah (MDT) dan Taman Pendidikan Al-Quran (TPQ).
Dalam arahannya Kakan Kemenag Rohil mengatakan bahwa, dalam upaya meningkatkan mutu pendidikan baik formal maupun nonformal, pemerintah secara terus menerus memberikan perhatian.
“alhamdulillah, lembaga-lembaga pendidikan terutama yang berada di lingkungan Kementerian Agama Kab. Rokan Hilir senantiasa mendapat perhatian, baik pemerintah daerah dengan APBD-nya berupa honor daerah, maupun pemerintah pusat dengan APBN-nya seperti BSM/BIP, BOS, BOP, setifikas guru dll, ujarnya.
H. Agustiar melanjutkan, Pontren, MDT dan TPQ adalah lembaga pendidikan non formal yang berada di bawah prosedur administrasi Kementerian Agama. Ia mengharapkan agar pengelola Pontren, MDT dan TPQ mingkatkan mutu pendidikan agama. Caranya dengan berusaha semaksimal mungkin menanamkan kepercayaan di hati masyarakat dengan memperlihatkan dihadapan masyarakat bahwa kita adalah guru agama Islam yang sikap sehari-harinya harus islami, berakhlak mulia dan hendaknya mencerminkan keilmuan agama islam itu sendiri.
“jika hati masyarakat sudah bersimpati kepada guru Pontren, MDT dan TPQ, ini adalah modal awal, maka masyarakatpun akan berbondong-bondong mempercayakan pendidikan putra putri mereka di Pontren MDT dan TPQ, karena betapa pentingnya pentingnya pendidikan agama ditengah-tengah zaman dengan generasi yang semakin jauh dari norma-norma agama,” tandas H.Agustiar.
Sementara itu, Kasi Pakis H. Suhaimi menyampaikan laporan kegiatan, terkait sumber dana, rincian peserta, narasumber dan tujuan kegiatan.
“kita berkumpul di ruangan ini, diacara ini, disamping
melaksanakan tujuan pokok yakni, pembinaan dan informasi penyelenggara
pendidikan agama dan keagamaan islam juga yang tak kalah pentingnya adalah
silaturrahmi, terlebih kita masih berada di bulan Syawwal, mohon maaf lahir dan
bathin, taqabbalallaahu mnnaa waminkum taqabbal yaa kariim,” ungkapnya. (Nsh)