Pelalawan (Inmas) – Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan Seksi Bimas Islam Kemenag Pelalawan menyelenggarakan kegiatan Pencerahan dan penguatan tokoh agama Islam, Kamis (3/11). Kegiatan ini diselenggarkan dengan menghadirkan 30 tokoh agama dengan menghadirkan Narasumber Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan Drs. H. Zulkifli dan Kasi Bimas Islam H. Muhammad Amin, S.Ag, MH.
Dalam sambutannya Kepala Kantor Kemenag Pelalawan menyampaikan pemaparan materinya menyambut baik pelaksanaan kegiatan yang ditaja oleh Seksi Bimas Islam sebab kegiatan ini sangat penting dimana tealh terjadi krisis kepercayaan terhadap pendidikan, kepemimpinan dan tokoh agama, untuk itu kegiatan ini menjadi momentum kita bersama kita untuk lebih mawas diri tidak boleh larut dalam kemajuan zaman yang membawa efek negatif lunturnya nilai-nilai akhlak dan moral di tengah-tengah masyarakat. Peran tokoh agama diharapkan hadir dan membangkitkan kembali nilai-nilai religius tersebut. Kementerian Agama melalui Bimbingan Masyarakat Islam mempunyai program dan kewajiban untuk memberikan pencerahan dan penguatan Tokoh Agama Khususnya Agama Islam,” ujar beliau
Sementara itu Kasi Bimas Islam H Muhammad Amin memberikan materi mengenai kiat-kiat eksistensi keberadaan seorang Mubaligh agar tetap diterima di Masyarakat, dalam pemaparannya beliau mengutarakan Peran para mubaligha diharapkan senantiasa berjalan beriringan dengan dinamika kehidupan masyarakat sehingga segala perbedaan yang ada di masyarakat menjadi sebuah berkah serta rahmat bagi Kita. Peran Ulama/Mubaligh sangat penting dalam menebarkan nilai-nilai rahmatan lilalamin dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang multikultural. Kementerian Agama Kabupaten Pelalawan mempunyai agenda akan terus berupaya untuk meningkatkan kualitas para mubaligh dan mengajak para mubaligh untuk dapat meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar. Selain itu, menjadikan para mubalignya sebagai benteng umat yang senantiasa mengaplikasikan nilai-nilai keagamaan yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari, serta peduli pada keadaan dan perkembangan kehidupan sosial masyarakat.” Tutup beliau. (AA)
*edit by ghp